JAKARTA, KOMPAS.com — Kasus tembakan aparat yang nyasar dan mengenai warga sipil di Mangga Besar, Jakarta Pusat, Kamis (19/7/2012), berawal dari upaya anggota Polres Metro Jakarta Selatan untuk membekuk tersangka pencurian yang disertai tindak kekerasan.
Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Imam Sugianto saat dihubungi wartawan di Jakarta, Kamis malam, menjelaskan, perampasan mobil disertai penganiayaan menimpa korban bernisial MO, Kamis dini hari sekitar pukul 01.30 WIB. "TKP-nya di depan Mall Ambassador," terang Kombes Imam Sugianto.
Saat itu MO, melintas sendirian dengan mobil Suzuki APV bernomor polisi B 1472 SZI. Sesampai di lokasi tersebut, kendaraan korban dihadang dan dihentikan paksa oleh sekelompok orang tak dikenal yang berjumlah enam orang.
"Para pelaku merampas mobil pelapor (MO), dan pelapor disiksa, serta mulutnya dilakban," jelas Imam.
Mereka kemudian membawa kendaraan beserta korban ke arah Depok. Sesampai di daerah Cimanggis, korban dibuang dan ditinggalkan begitu saja dalam keadaan lemas.
Korban akhirnya ditolong oleh warga sekitar yang menemukannya. Mereka lantas mengantar MO ke kantor Polsek setempat.
Laporan tersebut kemudian disampaikan ke pihak Reserse Kriminal Polrestro Jaksel untuk melakukan pengembangan kasus.
"Pukul 15.00 WIB, petugas berangkat dari Polres dengan tujuan untuk mengecek TKP," sambung Kapolres.
Saat dalam perjalanan, petugas mendapat informasi mengenai keberadaan mobil yang dirampas. Lokasinya adalah di Ruko Karang Anyar Permai, Mangga Besar, Jakarta Barat.
Petugas pun mengalihkan tujuan dan berangkat menuju lokasi yang disebutkan yang ternyata tak jauh dari Pos Polisi Mangga Besar. Setiba di lokasi, petugas langsung melakukan pengecekan. Benar, mobil APV yang dicurigai ternyata berada di kompleks ruko tersebut.
Beberapa petugas kemudian melakukan pengecekan langsung ke mobil. Ternyata ada dua orang yang sedang berada di dalam mobil itu. "Saat anggota menanyakan STNK, dua orang tersangka itu turun dari mobil dan langsung lari. Salah satunya membawa senjata api," ujar Imam.
Anggota pun segera melakukan pengejaran sambil melepaskan tiga kali tembakan peringatan. Akan tetapi, peringatan tersebut tidak digubris para tersangka. Petugas pun kemudian melepaskan dua kali tembakan ke arah tersangka dengan tujuan melumpuhkan.
Sayang, kedua peluru tidak mengenai target buruan. Salah satu peluru justru bersarang di tubuh Rudi (57), warga Sawah Besar, Jakpus, yang kebetulan melintas di lokasi.
Sementara itu, kedua tersangka malah meloloskan diri. Tidak disebutkan bagian mana dari tubuh Rudi yang terkena tembakan, demikian pula kondisi terakhir korban peluru nyasar itu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang