Alonso Raih Gelar Ketiga

Kompas.com - 23/07/2012, 05:13 WIB

Hockenheim, Minggu - Fernando Alonso berjuang keras menutup jalan ke tikungan saat Sebastian Vettel berniat menyalipnya di putaran ke-32 dan ke-33. Alonso juga mati-matian menjaga posisi terdepan saat Jenson Button menyerang di putaran ke-60 agar menjuarai F1 seri Jerman.

Bertarung di Sirkuit Hockenheim, Jerman, Minggu (22/7), Alonso terganggu ancaman tiga pebalap tuan rumah: Vettel, Michael Schumacher, dan Nico Hulkenberg, yang start tepat di belakangnya. Namun, dari ketiga pebalap tersebut, hanya Vettel yang menebar ancaman terserius bagi pebalap tim Ferrari itu.

Vettel yang menempel di urutan kedua berhasil memangkas selisih waktu dari 2,6 detik menjadi 0,36 detik. Di lintasan lurus, Vettel dua kali mencoba menyalip Alonso dengan mengaktifkan sistem pengurang hambatan atau drag reduction system (DRS).

Namun, Alonso berhasil menutup jalan saat akan masuk ke tikungan dan kembali menjauh dari Vettel di putaran ke-35.

Serangan terhadap Alonso kembali terjadi setelah Button berhasil menyalip Vettel di putaran ke-42. Seperti Vettel, Button memulai serangan dengan memangkas selisih waktunya sampai kurang dari satu detik di putaran ke-59.

Di putaran ke-60 dan ke-61, Button mencoba menyalip Alonso dengan DRS. Akan tetapi, pebalap Spanyol itu mampu memanfaatkan momen masuk tikungan dengan cerdik. Trik lolos dari kejaran khas Alonso. Tak heran, ia mampu finis terdepan dan merebut kemenangan ketiga pada musim 2012 ini.

Vettel berhasil menyalip Button di putaran ke-66 dan menjadi runner-up, diikuti Button di urutan ketiga. Urutan keempat sampai ke-10 ditempati Kimi Raikkonen, Kamui Kobayashi, Sergio Perez, Schumacher, Mark Webber, Hulkenberg, Nico Rosberg.

Dengan kemenangan ini, Alonso mengokohkan diri di puncak klasemen dengan 154 poin, diikuti oleh Webber dengan 120 poin dan Vettel 118 poin.

”Pertarungan melawan Vettel dan Button sangat ketat. Saya beruntung mendapatkan setelan mesin yang bagus sehingga dapat mempertahankan posisi terdepan dan menjauh dari keduanya sampai finis,” kata Alonso.

Rio posisi ke-13

Di ajang GP2, pebalap Indonesia yang bergabung dengan tim Pertamina-Carlin, Rio Haryanto, menunjukkan kematangannya saat menghindari tabrakan di depannya. Wartawan Kompas Rakaryan Sukarjaputra dari Sirkuit Hockenheim melaporkan, Rio yang start di urutan ke-17 berhasil finis di urutan ke-13, tetapi gagal menambah angka.

Rekan setim Rio, Max Chilton, langsung tersingkir pada putaran pertama akibat tabrakan di tikungan yang melibatkan tiga pebalap. Rio yang terjebak di tengah-tengah ketiga pebalap itu harus mundur dulu dan masuk ke lintasan lagi di posisi ke-18.

Rio berjuang untuk melewati satu demi satu rivalnya. Pebalap berusia 19 tahun itu akhirnya berhasil melewati lima pebalap lain dan finis di posisi ke-13.

”Rio petarung tangguh. Putaran demi putaran dia semakin baik dan semakin panas sehingga bisa naik ke posisi ke-13,” kata Agus Mashud, Brand Management Manager PT Pertamina, salah satu sponsor Rio, yang menyaksikan balapan GP2. Agus berharap manajemen tim Carlin menyusun strategi dan kinerja yang lebih bagus agar Rio dapat lebih berprestasi.

”Secara umum, kesalahan saya hanya di start. Mobil cukup kompetitif, tetapi memang tidak beruntung waktu terjebak di insiden itu,” papar Rio.

Rio juga mengakui dia kurang beruntung saat babak kualifikasi hari Jumat. Hujan dan lintasan yang licin membuat dia hanya mampu start di posisi ke-19 dan berpengaruh pada keseluruhan lomba. (ECA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau