Harga kedelai

Rabu Besok Tempe Bakal Menghilang?

Kompas.com - 24/07/2012, 12:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Hari Rabu (25/7/2012) besok dipastikan tempe dan tahu menghilang dari peredaran di wilayah Jakarta Utara. Hilangnya kedua macam makanan khas Indonesia ini akibat gerakan mogok yang dilakukan para perajin tempe dan tahu di Jakut sebagai dampak melambungnya harga kedelai.

"Hilangnya tempe dan tahu ini akibat gerakan mogok kami yang berlangsung sejak Minggu hingga Selasa," kata Ketua Primer Koperasi Tempe dan Tahu Indonesia (Primkopti) Kalwi, Selasa (24/7/2012).

Menurut Kalwi, pemogokan yang dirancang para perajin adalah dengan tidak menjual tempe dan tahu selama tiga hari, mulai Rabu besok hingga Jumat. Untuk itu, 811 perajin tempe dan tahu di Jakut tidak memproduksi tempe dan tahu sejak Minggu hingga Selasa ini.

Sebab, menurut Kalwi, setiap kali produksi tempe memakan waktu tiga hari hingga tempe tersebut dapat dikonsumsi. "Makanya, saat tempe hilang pada Rabu besok, saat itu kami mulai produksi lagi untuk penjualan hari Sabtu," tutur Kalwi.

Pemogokan ini, menurut Kalwi, sebagai dorongan kepada pemerintah agar dapat memperhatikan nasib perajin tempe. Itu juga sekaligus memberikan terapi kejut kepada konsumen agar dapat menerima kenaikan harga tempe yang diperkirakan mencapai Rp 500 per potong untuk tempe lenjer sepanjang jengkal tangan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau