NEW YORK, KOMPAS.com — Dua klub raksasa Eropa yang ditopang dana besar, Paris Saint-Germain dan Chelsea, menjalani transisi dengan mulus. Kedua tim bermain 1-1 dalam laga persahabatan di Stadion Yankee Stadium, New York, Amerika Serikat, Senin (23/7) pagi WIB.
Dua klub besar dari Perancis dan Inggris yang akan bersaing di Liga Champions itu sedang mencari bentuk permainan paling ideal setelah mendatangkan sejumlah pemain baru.
PSG mendominasi permainan di babak pertama. Klub yang dimiliki oleh konsorsium dari Qatar itu unggul lebih dulu di menit ke-30 melalui gol penyerang sayap asal Brasil, Nene.
Pemain berusia 31 tahun itu memanfaatkan bola pantul hasil tendangan Javier Pastore yang membentur tiang gawang Chelsea. Nene menyambar bola lebih cepat dari bek tengah "The Blues", David Luiz, dan menceploskannya ke gawang Chelsea.
Pemain asal Brasil itu masih dibutuhkan oleh PSG yang akan bertarung dengan klub-klub terbaik Eropa di Liga Champions. Musim ini PSG mendatangkan Ezequiel Lavezzi, Zlatan Ibrahimovic, dan bek tengah Thiago Silva dari AC Milan.
”Paris Saint-Germain ingin menjadi salah satu tim terbaik di Eropa. Untuk mencapai tingkat tertinggi di Eropa, tim harus membelanjakan uang. Anda harus menanamkan investasi. Chelsea melakukan ini 10 tahun lalu dan mereka kini di puncak. Paris Saint-Germain memulai tahun lalu. Kami ingin secepat mungkin di puncak sepak bola Eropa,” ujar Pelatih PSG, Carlo Ancelotti.
Pelatih Chelsea, Roberto Di Matteo, menilai PSG akan menjadi salah satu kekuatan besar dengan materi pemain saat ini. ”Ini bagus bagi Ligue 1 dan Liga Champions. Saya yakin mereka akan menjadi salah satu kekuatan,” ujar Di Matteo.
Chelsea juga mendatangkan sejumlah pemain bintang seperti Eden Hazard dan Marko Marin. Chelsea dalam proses transisi ke para pemain muda. Salah satu pemain muda yang bersinar adalah Lucas Piazon.
Pemain asal Brasil berusia 18 tahun itu mencetak satu gol penyama kedudukan ke gawang PSG di menit ke-82. Piazon memanfaatkan umpan Ramires dari sebuah serangan balik yang cepat dan efektif. ”Dia pemain yang harus diwaspadai di masa depan,” ujar Di Matteo memuji Piazon.
Persebaya Mengejutkan
Persebaya Surabaya membuktikan janjinya untuk menampilkan permainan terbaik saat menjamu Queens Park Rangers (QPR) di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin malam. Bomber Persebaya, Fernando Soler, menyentak ribuan suporter melalui golnya di paruh babak pertama. Soler menyontek bola yang gagal ditangkap oleh kiper QPR Robert Green.
Kesalahan Green ini mengingatkan kesalahannya di Piala Dunia 2010, saat gagal menangkap bola mendatar pemain timnas AS Clint Dempsey.
QPR menyamakan kedudukan 1-1 melalui titik putih yang sukses dieksekusi oleh Adel Taarabt. Bobby Zamora membawa QPR unggul 2-1 di menit ke-67.
Persebaya mampu mengimbangi permainan QPR, terutama di lapangan tengah. Pelatih Divado Alvez menurunkan Rendi Irawan, Taufik, dan Mat Halil di lapangan tengah. Sementara ujung tombak diperankan dengan baik oleh Fernando Soler.
Satu lagi kejutan di Gelora Bung Tomo adalah listrik padam di paruh babak pertama. Stadion gelap gulita dan pertandingan baru dilanjutkan sekitar 10 menit kemudian. (AP/DEN/ANG)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang