Berkelana ke Alam Sihir Harry Potter

Kompas.com - 24/07/2012, 16:07 WIB

M Clara Wresti

PERNAH mencicipi kacang Bertie Bott’s yang disukai siswa di Sekolah Sihir Hogwarts, termasuk Harry Potter? Kacang itu dijual di pameran Harry Potter di Marina Bay Sands, Singapura, yang akan berlangsung hingga 30 September mendatang.

Kacang segala rasa Bertie Bott’s saat ini dijual dengan harga 6 dollar Singapura atau sekitar Rp 45.000 per boks kecil. Namun, kacang yang dijual bukanlah kacang sungguhan, melainkan permen berbentuk kacang, tetapi dengan pilihan rasa yang sama dengan yang ditawarkan cerita Harry Potter.

Pameran digelar di gedung Art Science Museum Marina Bay Sands hingga 30 September 2012.

Memasuki museum itu, pengunjung benar-benar diajak seperti masuk ke sekolah Hogwarts. Akan dipanggil dua sukarelawan dari penonton untuk mencoba Topi Seleksi. Topi yang bisa mengeluarkan suara itu akan menentukan ke asrama mana pemakainya akan menuju.

Pameran Harry Potter ini adalah pameran segala artefak dan perlengkapan yang digunakan dalam pembuatan semua film Harry Potter. Artinya, walaupun semua buku dan filmnya sudah selesai dibuat, para penggemar Harry Potter tetap bisa menikmati keajaiban yang ada dalam cerita karya JK Rowling ini, dengan melihat dan merasakan sendiri.

Misalnya Mandrake, tanaman dalam pelajaran Herbology yang akan menjerit nyaring jika dicabut dari pot. Dalam buku Harry Potter and The Chamber of Secrets, Profesor Sprout mengingatkan agar siapa saja yang akan mencabut Mandrake harus memakai tutup telinga merah jambu berbulu. Jika tidak memakai tutup telinga itu, jeritan Mandrake bisa membunuh siapa saja yang mencabutnya. Bahkan, jeritan Mandrake yang masih berukuran kecil bisa membuat pingsan pencabutnya dalam beberapa jam.

Cerita tentang jeritan Mandrake ini menimbulkan sensasi saat pengunjung pameran dipersilakan mencabut tanaman yang dipercaya bisa mengembalikan orang yang sudah dikutuk ke wujudnya semula.

Dunia sihir

Interaksi lain yang ditawarkan ke pengunjung adalah melemparkan bola Quaffle ke tiga gawang bundar yang disediakan. Quaffle adalah bola yang dimainkan dalam permainan Quidditch yang sangat terkenal dalam dunia sihir. Setiap bola Quaffle yang berhasil dilempar masuk ke dalam gawang, nilai akan bertambah. Namun, pemenang dalam Quidditch adalah Seeker yang berhasil menangkap bola emas Snitch yang bersayap. Harry Potter sangat terkenal sebagai Seeker terbaik yang pernah dimiliki Hogwarts. Dalam interaksi ini, pengunjung melemparkan bola seperti dalam permainan lempar bola basket.

Pameran ini memang berusaha menampilkan kembali segala kenangan akan Harry Potter. Sangat mengasyikkan ketika melihat sebuah benda dan mengingat-ingat benda itu keluar dalam cerita Harry Potter di seri ke berapa. Lalu, apa yang terjadi dengan benda itu, dengan Harry, atau dengan Draco Malfoy. Dengan begitu, akan sangat mengasyikkan jika mengunjungi pameran ini bersama orang yang juga membaca dan menonton cerita tersebut. Segala kelucuan, keasyikan, rasa benci, dan kengerian yang ada dalam cerita itu akan semakin bermunculan.

Rasa sebal muncul ketika melihat baju pink yang sangat resmi lengkap dengan sepatu pink. Baju dan sepatu itu tampak sangat cantik. Pemakainya adalah Profesor Dolores Umbridge, guru pertahanan ilmu hitam dalam seri Harry Potter and the Order of the Phoenix. Guru yang sangat kejam dan membenci Harry Potter.

Sementara rasa ngeri timbul saat melihat artefak Dementor. David Heyman, produser dalam semua Harry Potter, berhasil menggambarkan penjaga penjara Azkaban yang diinginkan JK Rowling. Dengan memakai jubah hitam yang rombeng sobek-sobek, makhluk yang tidak terlihat wajahnya ini digantung dan diberi sedikit embusan angin. Akibatnya Dementor tampak seperti terbang dan siap menangkap siapa saja di dekatnya. Dari pameran ini diketahui, ternyata Dementor mempunyai tulang tangan tanpa daging dan tulang ekor yang panjang seperti ekor dinosaurus yang bisa terbang.

Sayang, di dalam pameran ini, pengunjung dilarang untuk memotret semua benda yang dipamerkan. Petugas berbaju hitam, seperti penyihir yang ada di depan ketika mencoba Topi Seleksi, mengingatkan, jika ada yang memotret, dia akan menjalani detensi yang cukup berat. Whew....

Untuk mengobati rasa kecewa, pengunjung bisa membeli cendera mata berupa replika benda-benda yang ada dalam film tersebut. Harganya pun cukup bervariasi, dari kacang segala rasa Bertie Bott’s yang hanya 6 dollar Singapura hingga tongkat sihir Bellatrix Lestrange yang harganya 350 dollar Singapura atau Rp 2.625.000. Tongkat sihir ini lebih mahal daripada tongkat sihir Harry Potter yang hanya 70 dollar atau Rp 525.000. Tongkat sihir Bellatrix lebih mahal karena tongkat ini diproduksi sangat terbatas.

Pengunjung harus membeli tiket masuk seharga 28 dollar Singapura. Namun, jika Anda sekaligus menonton pameran seniman Andy Warhol, tersedia potongan harga yang lumayan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau