Jalur mudik

Sejumlah Lokasi di Jabar Masih Dalam Perbaikan

Kompas.com - 25/07/2012, 09:57 WIB

PURWAKARTA, KOMPAS.com - Hingga Selasa (24/7/2012), sejumlah lokasi di jalur mudik di Kabupaten Purwakarta dan Karawang, Jawa Barat, masih dalam perbaikan. Namun, instansi terkait menjanjikan semua ruas siap dilintasi setidaknya pada 10 hari sebelum hari raya Idul Fitri atau H-10.

Informasi yang dihimpun Kompas menyebutkan, lokasi perbaikan itu, antara lain, di jalur pantura ruas Klari-Purwasari di Kabupaten Karawang. Pekerja masih mengeruk aspal dan beton lama untuk dipadatkan dan diaspal kembali. Satu jalur sepanjang sekitar 1,5 kilometer di ruas tersebut ditutup karena dalam perbaikan.

Perbaikan juga berlangsung di Jalan Raya Bungursari yang menghubungkan jalur pantai utara (pantura) Jawa Barat dengan jalur tengah Sadang-Kalijati-Subang. Pekerja menambah lapisan aspal dan menambal sulam beberapa titik lubang jalan.

Kepolisian Resor Purwakarta dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) mulai mengintensifkan pemeriksaan jalur kereta di ruas Ciganea-Sukatani. Ruas di jalur kereta Jakarta-Bandung itu rawan longsor dan kerap jadi sasaran pencuri komponen rel. Dalam beberapa pekan terakhir, 2.070 meter rel tak layak dan 5 bantalan diganti untuk mengantisipasi kecelakaan.

Kepala Bagian Operasi Kepolisian Resor Purwakarta Komisaris Ridwan Efendi menugaskan 13 personel khusus untuk membantu pengamanan di Stasiun Purwakarta. Bersama sejumlah petugas dari PT KAI, mereka nantinya bertugas mengamankan jalur kereta dan semua fasilitas dari gangguan pencurian.

Selama Januari 2012, menurut data PT KAI Daerah Operasi II Bandung, terjadi tiga pencurian di ruas Purwakarta-Ciganea-Sukatani. Komponen yang dicuri, antara lain, besi penambat rel atau penroll, besi pengaman jalur, serta baut dan gongsol tikungan. Sekitar 1.500 dari 2.000 penroll yang dipasang selama tahun 2011 hilang.

Jalur kereta di Kilometer 108 antara Stasiun Ciganea dan Stasiun Purwakarta juga rawan longsor. Keberadaan lokasi galian pasir di titik tersebut dikhawatirkan bisa mengganggu perjalanan kereta api dari Bandung menuju Jakarta atau sebaliknya. Selain jarak dari lokasi galian menuju rel hanya 50-70 meter, lokasi tersebut juga berada di zona kerentanan tanah antara sedang dan tinggi yang rawan longsor. (MKN)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau