AS Khawatir Terjadi Pembantaian di Aleppo

Kompas.com - 27/07/2012, 09:15 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com - Amerika Serikat mengkhawatirkan pasukan Suriah tengah mempersiapkan pembantaian di kota Aleppo, menyusul pengerahan artileri dan pesawat tempur mereka untuk menggempur kelompok pemberontak di kota itu.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan, berdasarkan laporan yang dapat dipercaya, pasukan Suriah telah menyiapkan tank-tank, pesawat tempur, serta helikopter di luar Aleppo, yang digambarkan sebagai kesiapan tempur terbesar semenjak krisis politik pecah di Suriah 16 bulan silam.

"Kami khawatir akan terjadi pembantaian di Aleppo, melihat keseriusan mesin perang rezim Suriah," kata juru bicara Deplu AS Victoria Nuland, seperti dilaporkan kantor berita Reuters.

Pasukan dan tank-tank pemerintah dilaporkan mengelilingi kota dan tentara tambahan dilaporkan tengah menuju kota terbesar kedua di Suriah itu.

Pasukan pemberontak yang mengklaim telah menguasai setengah dari kota Aleppo, telah mendirikan pos pemeriksaan dan menempatkan penembak jitu. Mereka juga mulai menyimpan amunisi dan pasokan medis.

Wartawan BBC Jeremy Bowen, yang berada di luar Aleppo, mengatakan warga kota itu kini mengantisipasi kemungkinan terjadinya pertempuran sengit.

Sebagian orang khawatir, pertempuran itu akan mengorbankan warga sipil, yang antara lain berdampak pada kekurangan makanan, obat-obatan dan pasokan listrik.

Dan sejumlah laporan menyebutkan, pada Jumat (27/07), korban tewas pertama ditemukan di Aleppo, salah-satu kota terbesar di Suriah dengan penduduk sekitar 2,5 juta jiwa. Seorang pria yang diperkirakan berusia 60 tahun tergeletak tewas di dekat taman Saladin.

Bentrokan di jalan-jalan

Sebelumnya dilaporkan 34 orang tewas di Aleppo dan sekitarnya, demikian klaim kelompok pemberontak. "Sebagian besar warga sipil menjadi korban pemboman," kata aktivis Abu Mohammad al-Halabi, kepada kantor berita Reuters, melalui telepon.

"Ada banyak pengungsi, dan bangunan-bangunan sekolah telah kami jadikan lokasi pengungsian," ungkapnya.

Seorang sumber keamanan Suriah mengatakan seperti dikutip kantor berita AFP bahwa pasukan khusus telah didatangkan di luar kota Aleppo dan disiagakan untuk menghadapi "serangan balasan hari Jumat atau Sabtu."

Keterangan yang sama juga diberikan oleh kelompok hak asasi Suriah yang berkantor di London, Syrian Human Rights Observatory, yang menyatakan pasukan tambahan didatangkan dari Damaskus ke Aleppo dari arah selatan.

Pasukan dan tank-tank juga dilaporkan didatangkan dari kota Hama dan dari pos perbatasan dengan Turki di Provinsi Idlib.

Aleppo adalah ibukota perdagangan Suriah dan merupakan kunci untuk menguasai wilayah utara negara itu.

Bentrokan di jalan-jalan dilaporkan terjadi di seluruh Aleppo selama beberapa hari terakhir.

Pasukan pemberontak berupaya bertahan di sejumlah tempat yang telah mereka kuasai dalam serangan yang dimulai akhir pekan lalu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau