Daud Kei Ternyata Ditembak 2 Pria Bermotor

Kompas.com - 30/07/2012, 23:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tokoh pemuda Pulau Kei, Maluku, Daud Kei, ternyata ditembak dua pria bersepeda motor. Hal ini berbeda dengan informasi sebelumnya yang menyebutkan bahwa Daud tertembak senjata apinya sendiri.

"Benar, kami memang sedang mengejar dua orang pelaku yang menembak Daud Kei tadi siang," ungkap Kepala Subdit Resmob Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Herry Heryawan, Senin (30/7/2012), saat dihubungi wartawan.

Herry menjelaskan, dua pria itu mengendarai sepeda motor dan menembak Daud yang hendak menuju lokasi aksi unjuk rasa yang akan dilakukannya.

"Lokasinya ada di samping Hotel Le Meridien, dekat Jalan Jenderal Sudirman," ucap Herry.

Rencananya, Daud bersama rombongannya melakukan aksi unjuk rasa siang tadi di Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dan Kejaksaan Agung. Mereka menuntut agar John Kei, tersangka kasus pembunuhan berencana terhadap bos Sanex Steel Indonesia, Harry Tan Tantono alias Ayung, dihukum berat.

Namun, saat hendak bertolak ke sana, Daud ditembak di jalan. Herry menuturkan, pihaknya masih belum mengetahui apakah aksi unjuk rasa itu terkait dengan aksi penembakan terhadap Daud Kei.

"Belum tahu, kami masih mendalami motifnya," kata Herry.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa kabar sebelumnya yang menyebutkan Daud tertembak senjatanya sendiri ditujukan untuk meredam potensi konflik yang lebih besar.

Berdasarkan informasi yang didapat dari kepolisian, Daud menderita luka tembak di bawah lutut kaki kiri. Luka itu menembus hingga membuat tulang Daud patah. Hingga kini Daud menjalani perawatan di Ruang Teratai RS Pelni, Petamburan, Jakarta Barat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau