Daud Kei Ternyata Ditembak 2 Pria Bermotor
Tokoh pemuda Pulau Kei, Maluku, Daud Kei, ternyata ditembak dua pria bersepeda motor. Hal ini berbeda dengan informasi polisi sebelumnya.
Kembali ke artikel...
Berikan Opinimu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Video pilihan
Lihat Semua
Laporkan komentar
Akun Terdeteksi Anonim
Kami mendeteksi email anonim pada akunmu. Untuk berkomentar, mohon gunakan email yang valid.

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke

Terkini Lainnya

RUU Sisdiknas akan Tingkatkan Peran Psikolog Jaga Kesehatan Mental Siswa
RUU Sisdiknas akan Tingkatkan Peran Psikolog Jaga Kesehatan Mental Siswa
Nasional
Wakil Wali Kota Gelar Sayembara Video Pungli di Pasar Bogor, Berhadiah Rp 500.000
Wakil Wali Kota Gelar Sayembara Video Pungli di Pasar Bogor, Berhadiah Rp 500.000
Megapolitan
Foto Wali Kota Kupang dan Tel Aviv Israel Ternyata Hoaks, Ini Faktanya
Foto Wali Kota Kupang dan Tel Aviv Israel Ternyata Hoaks, Ini Faktanya
Regional
Mantan Driver Ojol di Denpasar Gasak Ponsel Penumpang, Modus Pura-pura Bantu Bayar Pakai Aplikasi
Mantan Driver Ojol di Denpasar Gasak Ponsel Penumpang, Modus Pura-pura Bantu Bayar Pakai Aplikasi
Regional
Harga Plastik Meroket, Dosen UGM: Ancaman Serius bagi UMKM dan Potensi Inflasi
Harga Plastik Meroket, Dosen UGM: Ancaman Serius bagi UMKM dan Potensi Inflasi
Yogyakarta
Pramono Ungkap Rencana Jalur KRL Baru, Sambungkan Rawajati hingga Tanjung Priok
Pramono Ungkap Rencana Jalur KRL Baru, Sambungkan Rawajati hingga Tanjung Priok
Megapolitan
Satgas PRR Aceh Akui Banyak Rumah Korban Banjir Belum Bersih dari Lumpur: Pekerjaan Belum Berhenti
Satgas PRR Aceh Akui Banyak Rumah Korban Banjir Belum Bersih dari Lumpur: Pekerjaan Belum Berhenti
Regional
Cerita di Balik Jembatan Leuwi Tarik: Dijaga Warga, Dibiayai Pemotor yang Lewat
Cerita di Balik Jembatan Leuwi Tarik: Dijaga Warga, Dibiayai Pemotor yang Lewat
Megapolitan
Menanti Relokasi yang Tak Pasti, Warga Jangli Semarang Terpaksa 'Ngontrak' dan Kos
Menanti Relokasi yang Tak Pasti, Warga Jangli Semarang Terpaksa "Ngontrak" dan Kos
Regional
UNS Solo Terapkan WFH Setiap Jumat bagi Dosen dan Tendik, Bakal Dievaluasi Sepekan Sekali
UNS Solo Terapkan WFH Setiap Jumat bagi Dosen dan Tendik, Bakal Dievaluasi Sepekan Sekali
Regional
Harga Plastik Belum Akan Turun, Kenaikan Diprediksi Bisa Sampai Setahun
Harga Plastik Belum Akan Turun, Kenaikan Diprediksi Bisa Sampai Setahun
Megapolitan
Demi Keamanan, Bupati Purwakarta Pangkas Jam Hajatan hingga Sore Hari Usai Insiden Maut
Demi Keamanan, Bupati Purwakarta Pangkas Jam Hajatan hingga Sore Hari Usai Insiden Maut
Regional
Stasiun JIS Ditarget Rampung Mei 2026, Mulai Beroperasi Saat HUT DKI
Stasiun JIS Ditarget Rampung Mei 2026, Mulai Beroperasi Saat HUT DKI
Megapolitan
Danau Sentani Meluap, Rumah Warga Terendam 1 Meter
Danau Sentani Meluap, Rumah Warga Terendam 1 Meter
Regional
Polisi: Potensi Kerugian Negara Akibat Penyalahgunaan BBM dan LPG Rp 1,2 T
Polisi: Potensi Kerugian Negara Akibat Penyalahgunaan BBM dan LPG Rp 1,2 T
Nasional
Komentar di Artikel Lainnya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Pin Komentarmu 🎉
Ingin komentarmu tampil teratas? Kirimkan Apresiasi Spesial dan komentarmu berpeluang jadi sorotan.
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau