Presiden: Tingkatkan Kesejahteraan Guru

Kompas.com - 31/07/2012, 18:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, pemerintah senantiasa berupaya meningkatkan kesejahteraan guru, baik gaji, tunjangan, maupun kesejahteraan lainnya.

Peningkatan kesejahteraan ini dibenarkan secara moral karena guru memiliki tugas dan peran yang penting dalam mempersiapkan generasi muda Indonesia yang cerdas dan berkarakter.

"Maka itu, kita harus pastikan bahwa para guru memiliki kualitas yang baik," kata Presiden seusai memimpin rapat koordinasi di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Selasa (31/7/2012).

Selain itu, Kepala Negara juga menekankan pentingnya meningkatkan kompetensi para guru. Hal ini adalah hal yang mendesak mengingat hasil uji kompetensi guru yang baru dilaksanakan terhadap 285.000 guru tak menggembirakan.

Nilai rata-rata para guru mencapai 42,25 persen. "Ini masih di bawah harapan kita. Oleh karena itu, saya berpesan agar kementerian terkait serius untuk meningkatkan kompetensi sehingga ini sejalan dengan peningkatan kesejahteraan," katanya.

Di sisi lain, Presiden juga berharap penyatuan sektor pendidikan dan kebudayaan sejak 2011 tak hanya meningkatkan intelektualitas siswa didik, tetapi juga karakter dan kepribadian yang unggul serta mulia. Generasi muda diharapkan dapat lebih mencintai negeri dan mengerti sejarah bangsanya.

"Ini seperti menyiapkan human capital kita yang paripurna, yang siap mengemban tugas di eranya masing-masing," kata Presiden.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau