KPK Geledah Kantor KSO Adhi Karya-Wijaya Karya di Hambalang

Kompas.com - 01/08/2012, 14:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, Rabu (1/8/2012), menggeledah kantor kerjasama operasi (KSO) PT Adhi Karya dengan PT Wijaya Karta di Hambalang, Sentul, Jawa Barat. Penggeledahan tersebut dilakukan terkait penyidikan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (PPPSON) Hambalang.

Informasi soal penggeledahan tersebut dibenarkan Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto. "Iya," katanya melalui pesan singkat, Rabu.

Informasi dari KPK menyebutkan, tim penyidik yang terdiri dari 15 orang itu sudah berangkat ke Hambalang sekitar pukul 10.00 WIB tadi. Hingga pukul 13.00 WIB, penggeledahan masih berlangsung.

Terkait penyidikan kasus ini, KPK sebelumnya melakukan penggeledahan di tujuh lokasi, di antaranya Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga di Senayan, Jakarta, gedung arsip Kemenpora di Cibubur, kantor PT Adhi Karya di Jakarta Selatan dan di Jakarta Timur, kantor PT Wijaya Karya di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan, serta di kantor Dinas Pekerjaan Umum di Jakarta Timur.

Dari penggeledahan tersebut, KPK menyita sejumlah alat bukti berupa dokumen-dokumen. Dalam kasus dugaan korupsi Hambalang ini, KPK menetapkan Kepala Biro dan Rumah Tangga Kemenpora, Dedy Kusdinar sebagai tersangka. Selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Dedy diduga menyalahgunakan kewenangannya sehingga menimbulkan kerugian negara atau menguntungkan orang lain. Nilai kerugian negara yang timbul dalam kasus ini miliaran rupiah.

Sejauh ini, KPK sudah memeriksa dua pegawai Kemenpora sebagai saksi untuk Dedy. Hari ini, KPK memeriksa saksi Kepala Bagian (Kabag) Hukum di Kemenpora, Sanusi M.H.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau