Penjual Produk Kedaluwarsa Akan Diproses Hukum

Kompas.com - 03/08/2012, 21:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com --- Polda Metro Jaya memastikan akan memproses secara hukum sampai ke pengadilan bagi para pedagang atau toko yang kedapatan menjual produk makanan dan minuman kedaluwarsa atau produk apa saja yang tidak memiliki izin edar. Hal yang sama akan dilakukan Polda dalam memproses para pelaku kekerasan, penyisiran, dan premanisme yang ditangkap dan operasi cipta kondisi menjelang Hari Raya Lebaran.

"Saya ingatkan kepada toko-toko penjualan makanan kedaluwarsa, itu adalah melanggar hukum. Kami proses," kata Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Untung S Rajab, Jumat (3/8/2012).

Kepala Polda menyampaikan itu saat jumpa pers menjelaskan hasil Operasi Ketupat Jaya 2012 yang berlangsung 14 hari. Dalam operasi ini,  Polda Metro Jaya dan jajarannya juga melakukan Operasi Patuh Jaya 2012, Operasi Sendak 2012, dan operasi rutin lainnya.  Pada kesempatan itu Kepala Polda didampingi Wakil Kapolda Brigjen Suhardi Alius dan sejumlah pejabat Polda lainnya.

"Saya ingatkan seluruh eleman masyarakat, supaya mengikuti aturan hukum. Kalau tidak punya kewenangan sweeping, itu untuk apa? Keluar rame-rame bawa pedang, bawa senjata api, itu untuk apa? Itu pidana. Ini harus kami proses, sampai pada pengadilan," tegas Untung.

Berkaitan dengan makanan dan obat kedaluwarsa, Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya Komisaris Besar Agung Budi Maryoto mengungkapkan, kepolisian sudah melakukan sejumlah razia dan berkoordinasi dengan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Jakarta. Hasinya, menyita 73 dus berbagai macam kosmetik impor, 33 koli makanan, 136 item berbagai produk impor makanan dan minuman, 34 item berbagai item kosmetik, serta 32 dus dan 10 karung berbagai jenis kosmetik dan makanan impor.

"Penyitaan dari sejumlah toko di Melawai, Mampang, Kemang, dan Bintaro. Disita karena produk tersebut ada yang kedaluwarsa dan ada yang tidak memiliki izin edar," kata Agung Budi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau