Cerita lain uji kompetensi guru

"Ini Tekan yang Mana Dulu?"

Kompas.com - 06/08/2012, 12:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Jari jemari Irnapis (52) masih terlihat kaku menggunakan perangkat komputer yang menyajikan deretan soal yang harus dikerjakan. Hari ini, Senin (6/8/2012), Irnapis, seorang guru sekolah dasar (SD) menjalani uji kompetensi guru yang berlokasi di SMA 68, Salemba, Jakarta Pusat.

Ia memang belum terbiasa menggunakan perangkat komputer. Tetapi, jika dibandingkan para guru-guru SD lainnya yang sedang mengikuti ujian hari ini, Irnapis tergolong yang paling semangat.

"Ibu sudah tua. Ini mau mulai aja susah, tekan yang mana dulu?," kata Irnapis, saat akan mulai mengerjakan soal pertama.

Sebelumnya, saat proses registrasi, ia pun dibantu seorang petugas operator. 

"Soalnya saya jarang sekali pakai komputer di rumah," kata Irnapis.

Kebingungannya tak berhenti sampai di situ. Guru mata pelajaran IPA ini tetap belum bisa fokus pada soal-soal yang tersaji di hadapannya. "Sekarang sudah nomor dua kan ya?," kata Irnapis lagi, saat melihat angka di atas desktop menunjukkan 2/100 alias soal kedua dari seratus butir soal yang harus dikerjakan.

Lain halnya dengan Maimunah (56). Ibu guru ini tampak kebingungan dan celingukan saat mengerjakan soalnya.

"Ini kok pilihan D-nya tidak ada?," ujarnya panik.

Ternyata, saat dicek oleh petugas, soal yang tengah dikerjakan Maimunak cukup panjang. Sehingga, saat memasuki pilihan ganda, opsi D berada di bagian paling bawah.

"Ibu tarik saja scroll-nya, seperti ini!," kata petugas itu.

"Oh iya ya, Alhamdulillah ada jawabannya!," ujarnya sumringah.

Sementara itu, nasib Woeri Vive Khananda (40), lain lagi. Guru mata pelajaran Bahasa Inggris ini cukup cekatan saat melakukan registrasi online (log in). Sayangnya, ia terpaksa pulang ke rumahnya lantaran server menolak registrasinya. Soal Bahasa Inggris yang dinantikannya pun lagi-lagi gagal diakses.

"Saya sudah bisa menduga kalau soal Bahasa Inggris untuk tingkat SD tidak akan keluar. Sudah saya coba online beberapa kali di rumah, tapi soalnya memang tidak keluar dari pusat," kata Nanda kepada Kompas.com.

Nanda mengaku, hal itu terjadi karena program untuk menjadi guru mata pelajaran di SD belum genap satu tahun atau masih baru.

"Penasaran saja, ingin uji coba. Pengen tahu jenis soalnya kayak gimana," ujarnya kecewa.

Namun Nanda tidak dapat berbuat banyak. Selain menunggu keputusan Dinas Pendidikan, ia hanya bisa mendoakan rekan-rekannya sukses menjalani ujian kompetensi guru hari ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau