Tunjangan Profesi Guru Disunat

Kompas.com - 06/08/2012, 14:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sekitar 200 guru di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menggelar unjuk rasa di DPRD Kota Makassar, Senin (6/8/2012). Para guru bersertifikat yang berhak menerima tunjangan profesi pendidik ini memprotes penyunatan tunjangan profesi pada tahun ini.

"Dari kurun Januari-Juli 2012, para guru hanya dibayar dua bulan. Kami menolak adanya penyunatan yang merugikan guru," kata Nurdin, Ketua Forum Komunikasi Pengkajian Aspirasi Guru Indonesia Sulawesi Selatan.

Menurut Nurdin, pembayaran tunjangan profesi pendidik para guru pegawai negeri sipil (PNS) di Kota Makassar dibayarkan pada Juli lalu. Namun, pembayaran yang diterima hanya untuk dua bulan.

"Seharusnya guru menerima enam bulan tunjangan profesi, tetapi Pemerintah Kota Makassar beralasan dananya kurang dari pemerintah pusat," kata Nurdin.

 Anehnya, di kota/kabupaten lain di Sulawesi Selatan, pembayaran tunjangan profesi ada yang mencapai enam bulan, ada juga yang tiga bulan. "Kami tadi menyampaikan aspirasi ke DPRD supaya memperjuangkan hak kami. Pada Jumat nanti, DPRD berjanji akan mempertemukan kami dengan pejabat dinas pendidikan untuk mendapatkan penjelasan resmi," kata Nurdin.

 Di Kota Bandung, para guru juga menyatakan kekecewaannya. Pembayaran tunjangan profesi pendidik pada triwulan kedua ini hanya dibayarkan untuk dua bulan.

"Seharusnya, kan, pembayaran triwulan itu untuk tiga bulan. Sesuai dengan ketentuan Kementerian Keuangan, pembayaran triwulan kedua paling lambat Juli. Tapi, pembayaran lagi-lagi telat dan tidak utuh," kata Ketua Forum Aksi Guru Indonesia Kota Bandung Iwan Hermawan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau