Jerman Tanggapi Monti

Kompas.com - 07/08/2012, 02:50 WIB

BERLIN, Senin - Zona euro semakin tegang soal penyelesaian krisis utang yang membelit kawasan itu. Para petinggi Jerman langsung bereaksi keras atas pernyataan Perdana Menteri Italia Mario Monti yang menyerukan agar pemerintah bertindak cepat untuk mengambil keputusan mengatasi krisis.

Menteri Luar Negeri Jerman Guido Westerwelle di Berlin, Senin (6/8), menolak mengabaikan kekuatan parlemen dalam mengambil keputusan. Menurut Westerwelle, parlemen memiliki peran penting dalam pemerintahan dan tidak boleh diremehkan ketika sedang terjadi kesulitan.

”Keseimbangan dari parlemen terhadap kebijakan Eropa tidak dapat diperdebatkan lagi. Kita memerlukan persatuan, bukan pelemahan proses demokrasi dan legitimasi Eropa,” ujarnya.

Sebelumnya, Perdana Menteri Italia Mario Monti mendesak agar para pemimpin di zona euro mengambil keputusan dengan cepat dan menjaga jarak untuk bermanuver dengan parlemen.

”Jika pemerintahan membiarkan diri terbelenggu sepenuhnya dengan parlemen mereka tanpa memiliki kesempatan bernegosiasi, Eropa tampaknya akan terbelah, bukan terintegrasi lebih erat,” katanya dalam sebuah wawancara dengan Der Spiegel.

Walaupun para pemimpin Eropa sepakat dalam konferensi tingkat tinggi, kesepakatan itu masih harus mendapatkan ratifikasi dari parlemen di negara masing-masing. Proses ini terkadang memerlukan waktu panjang, bahkan parlemen dapat mementahkan kesepakatan para kepala pemerintahan tersebut.

Parlemen juga dapat membuat mosi tidak percaya yang dapat menurunkan pemerintahan sehingga pemilihan umum harus digelar.

Pemimpin kelompok konservatif di parlemen Jerman, Volker Kauder, mengatakan, reformasi Eropa memang banyak mengarah ke Brussels, tetapi Brussels tetap harus menghormati legislasi nasional di masing-masing negara.

”Hak parlemen tidak boleh dihilangkan dengan memperkuat institusi legislatif di Eropa,” katanya.

Jerman, yang merupakan penyumbang terbesar dana talangan, sering menentang usulan agar zona euro dapat keluar dari krisis. Parlemen Jerman sangat kuat kedudukannya.

Pengadilan Konstitusi Jerman berulang kali menegaskan bahwa parlemen memiliki hak suara yang harus didengar dalam mengatasi krisis. Pada 12 September mendatang, Pengadilan Konstitusi akan memutuskan apakah dana permanen untuk talangan zona euro, Mekanisme Stabilitas Eropa (ESM), tidak bertentangan dengan perundangan Jerman. Para pelaku pasar finansial menantikan keputusan ini.

Arogan

Monti juga mengungkapkan keprihatinannya atas pertentangan yang terjadi di antara negara Eropa sendiri. Ketika ditanya tentang kekesalan Italia terhadap Jerman yang dianggap arogan mengatasi krisis, Monti mengatakan sangat prihatin.

Dia mengatakan telah berbicara dengan Kanselir Angela Merkel tentang kekesalan di Italia, tidak hanya terhadap Jerman, tetapi juga terhadap Uni Eropa dan euro. Monti buru-buru mengatakan bahwa masalahnya bukan terletak pada hubungan Italia dan Jerman semata-mata.

”Tekanan yang terjadi di zona euro dalam beberapa tahun ini telah menjadi bibit perpecahan di Eropa. Kita harus berupaya keras mencegahnya,” ujar Monti.(Reuters/AFP/joe)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau