Chip Grafis Baru Bikin Ponsel Setangguh Xbox 360

Kompas.com - 09/08/2012, 10:40 WIB

SAMSUNG Samsung Galaxy SIII.
KOMPAS.com - Smartphone Samsung Galaxy S III memiliki performa grafis mumpuni berkat GPU quad-core berbasis ARM Mali-400 yang tertanam di dalamnya.

Namun, tak lama lagi bakal bermunculan perangkat mobile dengan kualitas grafis yang lebih mencengangkan, yang bahkan mampu menyamai perangkat konsol game.

Ini dijanjikan oleh ARM yang baru saja memperkenalkan seri GPU baru berbasis Mali T600 hari Senin (6/8/2012) lalu.

Seri GPU tersebut terdiri dari T604 (quad core), T658 (delapan core), T624 (quad core), serta T628 dan T678 yang bisa dilengkapi dengan jumlah inti hingga 8 buah.

Seri GPU Mali T600 diklaim bisa memberikan performa yang setidaknya 50 persen lebih tinggi dibandingkan GPU generasi sebelumnya dan mampu menyajikan "console class gaming".

Produk pertama yang menggunakan teknologi GPU terbaru dari ARM ini disebut akan mulai bermunculan pada bulan September 2013.

ARM tidak memproduksi chip sendiri, tetapi melisensikan teknologi yang diciptakannya kepada produsen lain yang menggabungkannya dengan sejumlah komponen tambahan untuk membuat chip yang digunakan pada perangkat mobile.

Contoh prosesor yang menggunakan teknologi prosesor dan GPU dari ARM adalah seri SoC Exynos buatan Samsung

Selain di smartphone dan tablet, ARM menargetkan teknologi GPU baru ini untuk dipakai juga di perangkat lain seperti smart TV dan set-top box.

Saat ini baru sedikit smartphone yang menggunakan GPU berbasis teknologi ARM, tapi produsen ini mengklaim telah menguasai 70 persen pangsa pasar Smart TV.

Teknologi GPU ARM antara lain dipakai oleh smart TV bikinan LG, Samsung, Sony, dan Sharp.

Kompresi Tekstur


Perangkat konsol game, seperti Playstation 3 dari Sony atau Xbox 360 dari Microsoft selama ini memiliki grafis yang jauh lebih berkualitas dibandingkan perangkat mobile kerena tidak dibatasi oleh persoalan konsumsi daya.

Akan tetapi, seiring dengan efisiensi GPU mobile yang terus meningkat, kesenjangan antara dua platform tersebut telah makin menipis.

ARM mengatakan bakal menyamai -atau bahkan melebihi- kualitas grafis yang mampu disajikan console game saat ini dengan menerapkan teknologi kompresi data bernama Adaptive Scalable Texture Compression (ASTC) pada seri GPU Mali T600.

ASTC memungkinkan developer menggunakan lebih sedikit data untuk menciptakan detail grafis yang lebih tinggi. API yang didukung antara lain OpenCL 1.1, OpenGL ES 1.1, OpenGL ES 2.0, OpenGL ES 3.0, DIrectX 11 FL 9_3, DIrectX 11, dan Google Renderscript.

"Dengan cara ini, konsumen bisa menikmati tampilan grafis yang lebih berkualitas tanpa memboroskan baterai," ujar Steve Steele, product manager divisi media processing ARM seperti dikutip oleh BBC.

"Kompresi tekstur adalah hal yang penting karena pemrosesan data membutuhkan energi. Jadi, semakin sedikit data yang harus diproses, semakin lama pula daya tahan baterai perangkat Anda."

Mali T600 mampu memproses grafis 2D, 3D, serta format foto High Dynamic Range atau populer disebut HDR.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau