Afganistan

Polisi Tembak Mati 10 Rekannya

Kompas.com - 13/08/2012, 03:58 WIB

KABUL, MINGGU - Seorang polisi Afganistan, diduga anggota milisi Taliban yang menyamar, menembak mati 10 rekannya sesama polisi. Insiden ini terjadi di Distrik Delaram, Provinsi Nimroz, barat Afganistan, Sabtu (11/8).

Menurut Shakila Hakimi, anggota parlemen di Nimroz, si pelaku terbunuh dalam tembak- menembak setelah menjalankan aksinya.

”Tempat kejadian berada di wilayah terpencil. Telekomunikasi di sana sangat buruk sehingga kami belum bisa mendapat kronologi kejadian secara rinci,” ujar Shakila.

Peristiwa serupa semakin sering terjadi, nyaris dengan modus serupa. Sasarannya adalah aparat keamanan, baik petugas keamanan lokal maupun asing. Sehari sebelumnya, enam tentara Amerika Serikat ditembak mati oleh dua prajurit Afganistan di Provinsi Helmand.

Frustrasi

Kejadian itu semakin membuat banyak pihak bingung dan frustrasi terkait siapa teman siapa lawan. Insiden serangan yang dilakukan ”orang dalam” seperti itu juga menghambat proses peralihan penanganan keamanan dari pasukan keamanan asing ke polisi Afganistan.

Selain itu, banyak kalangan juga mempertanyakan akan seperti apa kualitas aparat keamanan Afganistan di masa datang jika kejadian seperti itu terus berulang.

Militer AS tengah melatih aparat keamanan lokal, baik militer maupun polisi, menjelang penarikan mundur semua pasukan AS dan NATO dari Afganistan pada akhir 2014. Sekitar 352.000 polisi dan tentara lokal bergabung dalam pelatihan itu hingga beberapa bulan mendatang.

Walau muncul kekhawatiran, pasukan koalisi tetap optimistis. Mereka yakin ulah segelintir oknum tersebut tidak akan sampai merusak atau menodai integritas semua personel pasukan keamanan Afganistan.

Namun, diakui muncul rasa curiga akibat insiden tersebut, terutama antara aparat lokal dan pasukan asing. Kondisi itu memang diharapkan oleh pihak pemberontak Taliban.

Presiden Afganistan Hamid Karzai mengutuk aksi pembunuhan tersebut, termasuk yang baru saja terjadi. Ia juga memerintahkan penyelidikan atas kasus terbaru itu.

Karzai juga memerintahkan bawahannya berupaya keras untuk bisa memberikan jaminan keamanan.

”Musuh tidak ingin melihat Afganistan punya pasukan keamanan yang kuat. Itu sebabnya mereka mengincar para pelatih militer,” ujar Karzai dalam pernyataan tertulisnya. (AP/DWA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau