Pemudik di Kampung Rambutan Belum Melonjak

Kompas.com - 13/08/2012, 15:18 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada H-6 hari ini, belum terjadi lonjakan secara signifikan penumpang mudik Lebaran di Terminal Kampung Rambutan. Namun jumlah pemudik diprediksi mencapai belasan ribu penumpang.

"Saat ini belum ada lonjakan signifikan. Situasi masih kondusif. Kemungkinan besok ada lonjakan, kerena sudah ada yang libur atau cuti. Tetapi demikian sudah kita antisipasi," kata Kepala Terminal Kampung Rambutan Dwi Basuki kepada KOMPAS.com, Senin (13/8/2012) siang.

Menurutnya, jumlah pemudik hari ini akan sama seperti pada hari Minggu (12/8/2012) kemarin. Ia memprediksi, untuk lonjakan penumpang tertinggi akan terjadi pada H-4 dan H-3.

"Kemarin itu karena libur, makanya memang banyak penumpang. Untuk hari ini, diprediksi tidak jauh dengan jumlah hari kemarin, ya berkisar 13.000 lebih," ujar Basuki.

Sementara itu, sambung Basuki, di Terminal Kampung Rambutan sudah ada pengecekan kesehatan bagi para pengemudi kendaraan. Pengecekan kesehatan terhadap pengemudi kendaraan dilakukan melalui tes urine.

"Pengemudi di sini di tes kesehatannya. Seperti tensi darah, kalau tensi darah di atas 150, ya tidak boleh mengemudikan kendaraan. Paling kita imbau, kita suruh untuk istirahat dan berobat dulu," terang Basuki.

Dari pantauan KOMPAS.com di Terminal Kampung Rambutan, pemudik tampak berada di ruang tunggu untuk menunggu bus berangkat. Banyak dari mereka membawa barang dalam jumlah yang banyak, seperti tas-tas besar, kardus dan plastik berisi barang bawaan yang dibawa bersama mudik.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau