Mudik idul fitri

Unit Sepeda Motor Bantu Urai Kemacetan

Kompas.com - 14/08/2012, 17:24 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - Sebanyak 30 unit sepeda motor jenis skuter matic, dikerahkan untuk membantu mengurai kemacetan arus mudik di jalur Nagreg, Kabupaten Bandung.

Ukuran sepeda yang kecil, diyakini bisa membuat manuver petugas kepolisian lebih tangkas dalam mencapai titik kemacetan, dan segera membantu menguraikannya.

Hal itu dikemukakan Kepala Pos Nagreg sekaligus Kepala Bidang Propam Polda Jabar, Komisaris Besar Supratman di Nagreg, Selasa (14/8/2012) ini.

Pihaknya mendapatkan pinjaman sepeda motor matic dari Korlantas Polri selama arus mudik Idul Fitri 1433 Hijriyah berlangsung.

"Semoga tetap dititipkan sampai arus mudik selesai," katanya.

Supratman beralasan, sepeda motor skuter matic itu dipandang efektif dalam bergerak, dalam kerumunan kendaraan pemudik.

Petugas polisi juga dengan mudah memberikan isyarat, sembari menaiki sepeda motor itu. Berbeda halnya bila mengandalkan sepeda motor ukuran besar, yang biasanya dipakai untuk pengawalan, dipastikan sulit bergerak di dalam kerumunan pemudik.

Beberapa masalah yang disasar unit tersebut, seperti titik kemacetan berupa persimpangan atau masalah lalu lintas. Untuk kasus kemacetan panjang di malam hari, kerap sopir kendaraan tidur dan tidak sadar bahwa kendaraan di depannya sudah bergerak. Saat itulah tugas unit sepeda motor untuk menangani secara khusus.

Selama arus mudik, unit tersebut akan disebar di sepanjang pos pengamanan polisi. Supratman menuturkan bahwa jumlah unit yang disebar tergantung wilayah dan kecenderungannya untuk macet. Salah satu titik yang diwaspadai seperti sepanjang jalur Garut, karena banyaknya pasar tumpah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau