"Tambang-tambang Emas" dari Brasil

Kompas.com - 14/08/2012, 20:21 WIB

KOMPAS.com - Berlabuhnya dua pemain muda Brasil, Oscar ke Chelsea dan Lucas Moura ke Paris Saint-Germain, menunjukkan klub-klub Eropa kembali meminati pemain-pemain muda yang berlaga di kompetisi Liga Brasil.

Baik Oscar maupun Lucas dilepas klubnya masing-masing dengan banderol yang terbilang tinggi. Beberapa pemain muda lainnya siap menyusul jejak Oscar dan Lucas. Jika pernah mendengar nama Neymar da Silva, Leandro Damiao, dan Paulo "Ganso" Henrique, berikut pemain lain yang berpeluang pergi dengan nilai tinggi?

1. Carlos Henrique Casemiro (Casemiro) - Sao Paulo
Mendengar nama Casemiro, publik akan teringat Inter Milan. Ya, sejak awal tahun ini, "La Beneamata" begitu tertarik meminang gelandang Sao Paulo itu, namun selalu terkendala soal harga tinggi yang diminta Sao Paulo.

Kemampuan pemain berusia 20 tahun ini dinilai seperti bintang Lazio, Hernanes. Kebetulan, Hernanes juga merupakan alumni Sao Paulo. Meski berposisi sebagai gelandang serang, Casemiro tak segan untuk membantu lini pertahanan ketika mendapat serangan.

2. Marcelino Junior Lopes Arruda (Mazola) - Sao Paulo
Mazola lahir 23 tahun lalu di Sao Paulo. Tak ayal, Sao Paulo menjadi tempat Mazola memulai karier profesionalnya. Namun, dalam tiga tahun terakhir, Mazola lebih banyak dipinjamkan Sao Paulo ke klub lain.

Pada 2011, Mazola menimba ilmu di klub J-League, Urawa Reds Diamonds. Penampilan gemilang Mazola membuat klub China, Hangzhou Greentown, menginginkan jasanya. Bersama Hangzhou, Mazola sukses menyarangkan tiga gol dari 11 penampilan.

3. Dalton Moreira Neto (Dalton) - Internacional
Dalton disebut sebagai salah satu bek potensial milik Brasil. Pemain berusia 21 tahun itu merupakan satu dari tiga bek berbakat lulusan Fluminense selain Da Silva Bersaudara (kini bermain di Manchester United). Dalton saat ini tercatat sebagai pemain Internacional dan merupakan anggota timnas Brasil di bawah usia 20 tahun.

4. Rafael Toloi - Sao Paulo
Rafael pertama kali mencuri perhatian pada 2007 di ajang Piala Yokohama. Pada usia 17 tahun, Rafael terpilih sebagai pemain terbaik kejuaraan tersebut. Goias pun tertarik dan mengontraknya pada 2008.

Meski berposisi sebagai bek, Rafael ternyata pernah menjadi top skorer sebuah turnamen Copa Sao Paulo Juniors 2008, saat membela Goias. Mulai 2009, Rafael menjadi jenderal lini belakang tim nasional Brasil di bawah usia 20 tahun. Tercatat, empat klub Eropa: Fiorentina, Palermo, Brescia, dan FC Porto, pernah menaruh minat kepadanya. Namun, Rafael memilih untuk bergabung ke Sao Paulo pada musim panas ini.

5. Diego Renan de Lima Ferreira (Diego Renan) - Cruzeiro
Salah satu pemain yang paling dibicarakan dalam setahun terakhir. Diego Renan merupakan bek sayap potensial milik Cruzeiro. Di usianya yang masih 22 tahun, Renan sudah percaya tampil sebanyak 107 kali di skuad senior.

Kelebihan utama Renan adalah kemampuannya bermain di berbagai posisi sayap, mulai dari bek kanan, bek kiri, sayap kanan, dan sayap kiri. Tak ayal, bersama Rafael da Silva, Renan merupakan pemain masa depan tim nasional Brasil.

6. Maylson Barbosa Teixeira (Maylson) - Gremio
Maylson memulai menimba ilmu di tim junior Gremio pada 2005. Gelandang serbabisa berusia 23 tahun itu akhirnya merasakan debut profesionalnya dua tahun berselang.

Maylson kini menjadi buruan klub-klub Eropa. Namun, Gremio menolak beberapa proposal penawaran dari klub Eropa dan lebih memilih meminjamkan Maylson ke Portuguesa.

7. Anderson Vital da Silva (Dede) - Vasco da Gama
Siapa pemain terbaik Liga Brasil 2011 pilihan pendukung? Bukan Neymar, Damiao, atau Ganso, melainkan Dede. Pemain berusia 24 tahun itu bersinar bersama Vasco da Gama.

Dede kini menjadi pemain Brasil yang paling banyak diburu. Tak tanggung-tanggung, Real Madrid, AC Milan, Bayern Muenchen, dan Juventus mengantre tanda tangan pemain yang sudah mengemas dua laga internasional bersama tim nasional Brasil.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau