Potensi kebakaran

Titik Panas Agustus di Kalteng Lampaui Juli

Kompas.com - 14/08/2012, 21:47 WIB

PALANGKARAYA, KOMPAS.com - Titik panas (hot spot) di Kalimantan Tengah yang menjadi indikasi kebakaran lahan, pada Agustus ini melonjak dibandingkan Juli lalu. Bahkan, belum pertengahan Agustus 2012, titik panas sudah melampaui jumlah total pada bulan Juli.

Kepala Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalteng, Kholid Indarto, saat dihubungi di Palangkaraya, Selasa (14/8/2012), menjelaskan, peningkatan titik panas pada Agustus setiap tahun dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, merupakan gejala yang rutin terjadi.

Berdasarkan data BKSDA Kalteng, jumlah titik panas hingga 11 Agustus 2012 sudah mencapai 290 titik. Jumlah itu sudah jauh melebihi total titik panas pada Juli 2012 sebanyak 205 titik. Karena itu, kebakaran lahan di Kalteng juga kian sering terjadi. Namun menurut Kholid, belum ada kebakaran yang tidak terkendali.

"Semua instansi yang terkait pencegahan kebakaran sudah mengambil sikap siaga penuh. Jumlah personel yang disiagakan di Kalteng sekitar 450 orang," katanya.

Mereka terdiri atas 150 petugas Manggala Agni BKSDA Kalteng, serta tenaga swadaya publik seperti tim serbu api dan masyarakat peduli api.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau