KOMPAS.com - Tahukah Anda, sebetulnya warna biru bukan hanya untuk laki-laki, sementara merah muda bukan hanya untuk perempuan? Konstruksi atau tatanan masyarakat yang membuat kita mengidentikan warna tersebut dengan salah satu jenis kelamin atau pendekatan gender.
Di era tahun 1800-an, tidak ada pembedaan warna untuk anak laki-laki maupun perempuan. Namun, sejak 1890-an, anak-anak perempuan dan laki-laki mulai dibedakan.
Jo Paoletti dari Universitas Maryland mengatakan, antara tahun 1890 sampai 1920 terdapat gerakan "maskulinasi" yang cepat terhadap cara berpakaian anak laki-laki. Meskipun demikian, pelekatan warna biru untuk laki-laki dan merah muda untuk perempuan prosesnya berjalanan cukup lama.
Di lain pihak, pada 1905, sebuah artikel di Times menyatakan, bahwa warna merah muda adalah warna anak laki-laki, sedangkan biru adalah warna anak perempuan. Beberapa pendapat menyatakan, warna merah muda sangat erat kaitannya dengan warna merah yang sangat maskulin dan penuh semangat. Sedangkan biru diidentikkan dengan Bunda Maria, sehingga cocok untuk anak perempuan.
Lalu, bagaimana proses merah muda menjadi warnanya perempuan?
Tidak ada yang mengetahuinya dengan pasti. Penelitian tentang kecenderungan pemilihan warna pada primata telah menunjukkan betinanya lebih memilih warna-warna hangat seperti merah muda dan merah. Sebuah studi mengenai kecenderungan pemilihan warna antara pria dan perempuan Kaukasia dan China menunjukkan, kaum perempuan baik dari Kaukasia dan Cina sangat menyukai warna merah dan pink, sementara pria Kaukasia sangat menyukai biru dan hijau.
Namun, pria China menunjukkan jangkauan pilihan lebih luas, dengan hasil pilihan warna merah dan merah muda yang juga cukup banyak. Hal tersebut dimungkinkan terjadi, mengingat di China merah dianggap sebagai warna keberuntungan.
Dengan ini, dapat kita katakan, bahwa pemilihan warna berdasarkan biologis memiliki argumentasi yang lemah. Pilihan seseorang masih tergantung pada kondisi masyarakat di sekelilingnya.
Hal mendasar untuk pria
Kebanyakan pria, mungkin termasuk Anda, biasanya memiliki kecenderungan tertentu dalam memilih sesuatu. Pilihan ini umumnya didasarkan pada pemikiran yang logis dan efisien. Maka dari itu, membangun, merenovasi, atau mendekor ulang rumah yang secara khusus dibangun untuk laki-laki membutuhkan beberapa hal yaitu, kualitas, kenyamanan, dan pilihan pribadi.
Barang-barang dan perabotan berkualitas tinggi cenderung lebih kuat dan lebih hemat biaya perawatan. Selain itu, efisiensi bukan perarti ketidaknyamanan.
Salah satu faktor penentu adalah seberapa nyaman suatu barang digunakan oleh pemilik rumah. Jika tidak nyaman, buat apa dipertahankan?
Yang terakhir adalah pilihan pribadi. Jika pasangan Anda seringkali mengeluh, bahwa Anda egois, salurkan hal ini lewat barang-barang koleksi pribadi Anda.
Merah muda untuk pria
Sama seperti kemeja atau kaos berwarna merah muda, warna ini juga akan menjadi warna dekorasi yang bagus untuk para pria. Merah muda merupakan warna cantik sebagai warna dinding dan dapat melengkapi warna-warna netral seperti coklat dan abu-abu.
Namun, jika masih merasa warna merah muda itu "tabu" untuk digunakan, Anda dapat memilih menggunakan cat warna putih yang dicampur dengan sedikit warna merah muda. Warna yang dihasilkan akan sedikit lebih hangat ketimbang warna putih sempurna.
Beberapa pria mulai memilih warna merah muda sebagai warna rumahnya. Mereka mengecat tembok dengan warna merah muda yang halus. Alasannya, mereka mencari warna "hangat". Mereka justru tidak berpikir, bahwa pilihan warna mereka adalah merah muda, yang bukan merupakan warna para pria.
Jadi, bagaimana menurut Anda? Tertarik memilih warna merah muda untuk rumah Anda?
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang