Jepang Membuat Negara Tetangga Marah

Kompas.com - 15/08/2012, 17:43 WIB

Negara-negara tetangga Jepang menyatakan kemarahan atas kunjungan dua menteri ke kuil kontroversial di Tokyo, hari Rabu (15/8/2012) yang menjadi simbol penghormatan terhadap tentara Jepang, termasuk penjahat perang.

Kementerian Luar Negeri China mengatakan Jepang harus menghormati perasaan para korban agresi Jepang.

Presiden Korea Selatan, Lee Myung-bak, mengatakan peluang untuk mendekatkan hubungan yang lebih dekat dengan Jepang saat ini makin kecil.

Presiden Lee juga mendesak Jepang bertanggung jawab terhadap wanita-wanita yang dipaksa menjadi budak seks Jepang selama Perang Dunia Kedua.

"Tindakan Jepang melanggar hak-hak asasi para wanita tersebut sekaligus pelanggaran HAM secara universal," kata Lee Myung-bak, seperti diberitakan kantor berita AFP.

Pada hari Selasa pemerintah di Seoul mendesak para pejabat Jepang untuk tidak mengunjungi kuil Yasukuni.

Penyesalan

Jin Matsubara dan Yuichiro Hata menjadi menteri pertama dari Partai Demokrat Jepang yang mengunjungi kuil ini sejak berkuasa tiga tahun lalu.

Kunjungan ini dilakukan bertepatan dengan peringatan 67 tahun kekalahan Jepang di Perang Dunia Kedua.

Di Jepang peringatan ini ditandai dengan hening cipta, yang diikuti oleh 6.000 orang, termasuk di antaranya Kaisar Akihito dan Perdana Menteri Yoshihiko Noda.

Dalam salah satu sambutan, PM Noda menyatakan penyelesalan, namun tidak sampai mengeluarkan permohonan maaf secara terbuka.

"Selama perang Jepang menyebabkan kerugian, kerusakan, dan kesengsaraan di banyak negara, khususnya rakyat di negara-negara Asia," kata Noda.

"Kami sangat menyesalkannya," katanya.

Kaisar Akihito sementara itu berharap insiden ini tidak akan pernah terjadi dalam sejarah dunia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau