Ini Kronologi Rapat 9 Oktober Versi SBY

Kompas.com - 15/08/2012, 22:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya membeberkan kronologi dan agenda pertemuan pada 9 Oktober 2008 di Istana Negara, Jakarta. Pembeberan ini disampaikan untuk membantah tudingan mantan Ketua KPK Antasari Azhar bahwa dirinya memimpin rapat yang membahas penyertaan modal sementara untuk Bank Century.

Pertama-tama, Presiden menyampaikan perkembangan situasi perekonomian dunia serta dampak dan implikasinya bagi perekonomian Indonesia. Saat itu, perekonomian dunia turut terkena imbas krisis ekonomi di Amerika Serikat.

Pertemuan itu, di antaranya, turut dihadiri Kepala Polri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri, Jaksa Agung Hendarman Supandji, Menko Polhukam Widodo AS, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ad interim Sri Mulyani, Menteri BUMN Sofyan Djalil, Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa, Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, Ketua BPK Anwar Nasution, Ketua BPKP Didi Widayadi.

"Setelah itu, satu demi satu, kecuali menteri, menyampaikan pandangannya. Mulai Ketua BPK Anwar Nasution, lalu saya respon, Ketua KPK Antasari Azhar, lalu saya respon, Jaksa Agung Hendarman Supandji, lalu saya resppon, Kapolri Bambang Hendarso, lalu saya respon, dan terakhir Ketua BPKP Didi Widayadi, lalu saya respon," kata Presiden pada jumpa pers khusus di Istana Negara, Jakarta, Rabu (15/8/2012).

Presiden mengatakan, para menteri yang mendampinginya tidak turut memberikan komentar terkait pandangan para penegak hukum dan auditor tersebut. Pada kesempatan itu, Kepala Negara mengatakan, dokumentasi pertemuan tersebut lengkap, mulai dari rekaman kaset, tayangan video, foto-foto dokumentrasi, dan catatan dari masing-masing menteri yang hadir.

Demi membuktikan hal tersebut, pihak Istana Kepresidenan mencetak buku yang berisi transkripan rapat tersebut. Buku tersebut diberi judul Bersatu Menghadapi Krisis, dan berjumlah 40 halaman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau