Jangan Lupakan Jalur Puncak

Kompas.com - 16/08/2012, 20:03 WIB

CIANJUR, KOMPAS.com -- Sejak tol Purwakarta-Bandung-Cileunyi (Purbaleunyi), atau lebih populer dengan sebutan Tol Cipularang, resmi dioperasikan, orang seolah lupa bahwa sebelum itu, jalur utama dari Jakarta menuju Bandung dan Jawa Barat bagian tenggara adalah melalui jalur Puncak di Kabupaten Bogor dan Cianjur, Jawa Barat.

Citra jalur Puncak yang selalu dilanda kemacetan parah setiap libur akhir pekan membuat sebagian besar orang semakin tidak memperhitungkan jalur ini saat hendak bepergian ke Bandung atau ke Jawa Tengah via Jalur Selatan. Padahal, kenyataan di jalur Puncak tidak selalu seperti itu.

Bahkan, saat puncak arus mudik seperti sekarang ini, saat jalur-jalur utama seperti Jalur Pantura, Tol Cikampek, dan Tol Purbaleunyi kelebihan beban, jalur Puncak justru bisa menjadi alternatif penyelamat.

Pengamatan Kompas pada Kamis (16/8/2012) dini hari, perjalanan melewati jalur Puncak berlangsung sangat lancar. Sama sekali tidak ditemui kemacetan sejak dari keluar gerbang Tol Jagorawi sampai tiba di Padalarang. Perjalanan Jakarta-Bandung pun ditempuh dalam waktu kurang dari tiga jam dengan kecepatan rata-rata 60 kilometer per jam.

Memang waktu tempuh ini sedikit lebih lama dibanding waktu tempuh Jakarta-Bandung via Tol Purbaleunyi. Namun, di saat terjadi kemacetan parah di Tol Cikampek, waktu tempuh bisa jauh lebih lama lagi.

Tentu saja kondisi jalur Puncak yang lengang ini tidak bisa diharapkan terjadi sepanjang hari. Saat siang hari, dengan aktivitas pasar, angkutan kota, dan lalu lalang warga setempat, kemacetan masih dimungkinkan terjadi.

Jadi, jika Anda ingin melewati jalur alternatif Puncak dengan lancar, waktu yang direkomendasikan adalah saat malam hari hingga dini hari. Namun harap diingat, jalur Puncak ini memiliki tingkat kesulitan dan tingkat risiko bahaya yang lebih tinggi dibanding Jalur Pantura atau tol.

Jalan yang gelap, penuh tikungan tajam dan tanjakan serta turunan berat membutuhkan konsentrasi dan kematangan berkendara yang prima. Kondisi kendaraan pun harus prima, terutama terkait piranti lampu penerang, rem, suspensi, dan mesin yg sehat.

Jadi jika Anda telah mempersiapkan semuanya dengan matang, cobalah alternatif jalur Puncak untuk mudik. Selain mengurangi beban jalur utama, sekalian bernostalgia. Jangan lupakan jalur Puncak!

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau