Takbir Keliling Dilarang

Kompas.com - 17/08/2012, 19:17 WIB

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Forum Pimpinan Daerah Tangerang Selatan (Tangsel) melarang warga melakukan takbir keliling pada malam takbiran. Masyarakat diimbau untuk meluapkan kegembiraan atas kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa dengan melakukan takbiran di masjid atau di sekitar rumah tinggal.

"Silakan mengungkapkan kegembiraan dengan melakukan malam takbiran. Pukullah beduk bersama-sama di masjid atau di sekitar rumah masing-masing. Jalan ugal-ugalan di jalan raya apalagi sampai menggangu ketertiban umum," kata Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie kepada Kompas, Jumat (17/8/2012).

Forum Pimpinan Daerah Tangsel sama dengan musyawarah pimpinan daerah yang terdiri dari wali kota, Kodim, Polres, Polri, Kejaksaan, dan Pengadilan. Selain berpotensi menggangu ketertiban umum, kata Benyamin, takbiran keliling mengundang risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas dan tindakan kriminal.

Meski melarang warga melakukan takbir keliling, jelas Benyamin, namun pihaknya tidak bisa memberikan sanksi atas warga yang melakukan takbir keliling. "Yang kami kuatirkan jika melakukan takbir keliling di jalan raya rawan kecelakaan, bisa berpotensi menimbulkan tindakan kriminal dan tindakan mengganggu ketertiban umum," jelas Benyamin.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau