Ketua MA: Dua Hakim Itu Sudah Kami Intai

Kompas.com - 17/08/2012, 22:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Mahkamah Agung (MA), Hatta Ali mengaku, kedua hakim yang tertangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), memang sudah diintai oleh MA. "Memang kedua hakim tersebut sudah diintai juga oleh MA, sejak beberapa waktu lalu," ungkap Hatta saat dihubungi Kompas.com, Jumat (17/8/2012).

Dalam pemantauan MA selama ini, lanjut Hatta, kinerja kedua hakim tersebut kurang bagus dan memang cenderung berpihak kepada salah satu pihak yang berperkara dan tidak berdasarkan keadilan. Namun, untuk membuktikan hal tersebut MA belum mendapatkan bukti yang konkret guna menindaklanjutinya.

"Pantauan MA, kinerjanya memang kurang baik. Kita juga kesulitan mendapatkan bukti yang konkret untuk menindaklanjuti laporan tersebut," paparnya.

Hatta menjelaskan bahwa MA sebetulnya juga sudah memeriksa hakim tersebut dan baru memberikan sanksi ringan yaitu pemindahan kepada mereka, tetapi Surat Keputusan (SK) belum sampai kepada hakim tersebut.

"Kita juga sudah periksa dan memberikan sanksi berupa mutasi. Namun, mungkin SK-nya belum sampai pada mereka, tetapi KPK sudah menangkapnya," jelasnya.

Seperti diberitakan, Jumat pagi KPK dan MA menangkap dua hakim berinisial KM dan HK beserta seorang lainnya yang menjadi penghubung kedua hakim tersebut dengan tokoh penting dalam perkara yang mereka tangani di Pengadilan Tipikor Semarang. Sementara HK bertugas di Pontianak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau