Banjir Bandang Aceh Tenggara akibat "Ilegal Logging"

Kompas.com - 19/08/2012, 01:31 WIB

BANDA ACEH, KOMPAS.com — Kapolda Aceh Irjen Iskandar Hasan menyatakan, banjir bandang yang menghantam Kecamatan Leuser, Kabupaten Aceh Tenggara, akibat masih adanya aksi pembalakan liar (ilegal logging).

"Salah satu penyebab banjir bandang Aceh Tenggara yang telah menelan korban jiwa itu akibat masih adanya praktik ilegal logging," katanya kepada Antara seusai pelepasan takbiran di Banda Aceh, Sabtu (18/8/2012) malam.

Hal tersebut disampaikan Iskandar menanggapi bencana banjir bandang di Aceh Tenggara pada Sabtu dini hari.

Aceh Tenggara merupakan salah satu daerah yang berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Utara. Praktik ilegal logging telah berdampak kesengsaraan kepada masyarakat dan pihak kepolisian tidak menoleransi praktik pelanggaran hukum, khususnya pembalakan liar di provinsi ujung paling barat Indonesia itu.

Ia menyebutkan, informasi terakhir diperoleh ada enam orang di Kecamatan Leuser telah menjadi korban dan dua orang di antaranya ditemukan tewas, dan empat masih dalam pencarian. Iskandar mengatakan, pihaknya telah menginstruksikan Kapolres Aceh Tenggara untuk membantu penanganan darurat, khususnya pencarian korban yang belum ditemukan.

"Ini menjadi keprihatinan dari peristiwa yang terjadi di akhir Ramadhan. Saya sudah meminta Kapolres Aceh Tenggara menurunkan tim mengevakuasi masyarakat dan ikut membersihkan areal penduduk yang tertimpa musibah," katanya menambahkan.

Sementara itu, Kepala Bidang Rehab Rekon Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara Indra Gunawan mengatakan, banjir juga diakibatkan curah hujan tinggi sejak beberapa hari terakhir.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau