Idul fitri

Selama Lebaran, Empat Bencana Terjadi di Kudus

Kompas.com - 23/08/2012, 12:48 WIB

KUDUS, KOMPAS.com - Selama Idul Fitri 1433 H, empat bencana terjadi di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Bencana itu antara lain orang meninggal karena minuman keras, orang tenggelam, dan kebakaran lahan tebu.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus mencatat, peristiwa-peristiwa yang terjadi pada 19-22 Agustus itu menyebabkan tiga korban jiwa. Winoto (19), warga Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, meninggal dunia setelah pesta minuman keras di teras rumah.

Suyat (70), warga Desa Purworejo, Kecamatan Bae Kudus, tewas tenggelam di Kali Gelis, Desa Jurang, setelah pergi takjiah. Nasib serupa menimpa Niko (9), warga Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo. Di tewas tenggelam di Sungai Logung setelah pergi ke sawah bersama paman dan saudaranya.

"Setelah diperiksa medis, tidak ada tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban-korban itu. Mereka meninggal dunia murni karena mingonsumsi minuman keras dan tenggelam," kata Pelaksana Tugas BPBD Kudus Kholid, Kamis (23/8/2012).

Adapun peristiwa yang lain adalah kebakaran lahan tebu seluas 25 hektar di Desa Padurenan, Kecamatan Gebog. Peristiwa itu menyebabkan pemilik lahan merugi Rp 250 juta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau