Kebakaran

Rumah Terbakar akibat Anak Main Korek Api

Kompas.com - 23/08/2012, 16:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Gara-gara anak bermain korek api, rumah seorang warga di Cilincing, Jakarta Utara, sebagian bangunannya hangus terbakar, Kamis (23/8/2012). Kebakaran itu pun menyebabkan kepanikan warga di sekitarnya karena rumah itu berada di tengah permukiman padat penduduk.

Pemilik rumah yang terbakar Rojali (41) mengaku, kebakaran itu terjadi sekitar pukul 11.30. Saat itu dia melihat anaknya yang bungsu Yusriah (6) berteriak kebakaran sambil menangis. "Saat saya dekati, dia terus menangis. Tetapi saya tidak melihat ada api," kata Rojali. Baru setelah anaknya menunjukkan gudang di bagian depan rumah, Rojali baru menyaksikan api telah melalap seluruh ruangan gudang.

"Saat itu api sudah menyambat atap gudang," kata Rojali. Dengan bantuan warga, Rojali memadamkan kebakaran di rumahnya dengan menggunakan air dari selokan. Lebih dari setengah jam upaya pemadaman berlangsung hingga akhirnya tim pemadam kebakaran tiba. Menurut Rojali, kebakaran itu disebabkan karena anaknya yang paling kecil Yusriah bermain korek api dari kayu di dalam gudang yang ada di depan rumah.

Rupanya api menyambar sofa bekas yang ditaruh di gudang itu. Karena takut, Yusriah pun keluar dari gudang, dan berlari ke tengah jalan. "Saat itu dia teriak-teriak kebakaran," kata Rojali.

Beberapa warga mengaku sempat panik dengan kebakaran itu. Sebab angin bertiup cukup kencang, dan rumah-rumah berdiri berhimpitan. "Saya sampai mencabut dua tabung gas, dan menyelamatkan surat-surat berharga keluar dari rumah. Saat itu saya khawatir api menyambar kemana-mana," tutur Katman (45).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau