Liga inggris

Agresivitas Chelsea Kikis Keseimbangan

Kompas.com - 24/08/2012, 02:51 WIB

London, Kamis - Reading memaksa Chelsea bekerja keras untuk menuai tiga poin di Stamford Bridge, Kamis (23/8). Reading, tim promosi dari kota kecil di antara London dan Oxford, bermain kolektif, memanfaatkan celah di lini pertahanan lawan yang terkuak akibat barisan lini serang Chelsea yang agresif.

Pada akhirnya, Chelsea menang 4-2, ribuan suporter tuan rumah yang memadati Stamford Bridge pun bahagia. Namun, dua gol Reading dalam rentang empat menit di pertengahan babak pertama menyisakan pekerjaan bagi Pelatih Roberto di Matteo.

Benteng kokoh pertahanan ”The Blues” harus dikembalikan. Musim lalu, lini belakang Chelsea adalah kekuatan utama yang membawa mereka menjuarai Liga Champions.

Di Matteo mengakui, pertahanan timnya sempat kehilangan bentuk sehingga dua kali dijebol Pavel Pogrebnyak pada menit ke-25 dan Danny Guthrie, empat menit kemudian. Dua gol itu membalikkan posisi untuk keunggulan Reading, 2-1. Chelsea sebelumnya memimpin 1-0 melalui penalti Frank Lampard di menit ke-18.

”Kami sangat agresif menyerang dan mungkin kehilangan sedikit keseimbangan,” ujar Di Matteo. John Terry yang menjadi komandan pertahanan bersama Gary Cahill sering kehilangan posisi dalam penjagaan satu lawan satu. Adapun Ashley Cole dan Branislav Ivanovic sering tertarik membantu serangan, begitu juga dengan John Obi Mikel yang menjadi duet Lampard.

”Keseimbangan selalu menjadi kunci,” ujar Di Matteo.

Musim ini, Chelsea menjalani transisi yang cukup drastis, yaitu dari pola bertahan dan serangan balik ke permainan agresif. Komposisi lini tengah yang mendapat tambahan Eden Hazard mengubah filosofi permainan menjadi lebih agresif menekan lawan. Gelandang serang asal Belgia itu memantik karakter agresif rekan-rekannya. Kehadiran Hazard membuat transisi filosofi permainan Chelsea terlalu cepat.

”Semua ini luar biasa dan setiap orang ingin menyaksikan pemain-pemain berbakat. Namun, untuk memenangi pertandingan, dibutuhkan keseimbangan yang bagus. Itu akan menjadi tantangan,” papar Di Matteo.

Reading memaksa Chelsea berjuang hingga menit ke-69 untuk menyamakan kedudukan 2-2 melalui gol Gary Cahill. Fernando Torres mencetak gol krusial di menit ke-81 yang membawa tuan rumah unggul 3-2. Gol hasil kerja sama sama Torres, Mata, dan Cole itu kontroversial.

”Itu jelas off-side dan sangat mengecewakan,” ujar Pelatih Reading Brian McDermott memprotes keputusan hakim garis.

Bek sayap Ivanovic mengunci kemenangan Chelsea 4-2 di babak tambahan waktu. Gol ini berawal dari serangan balik Hazard, memanfaatkan lini belakang Reading yang lowong karena berusaha menciptakan gol.

Hazard merupakan jantung permainan Chelsea. Dua gol Chelsea berawal dari serangan yang dia bangun, sama dengan dua gol saat menundukkan Wigan Athletic, 2-0, di laga pertama musim ini.

”Dia jelas memberi pengaruh pada tim kami. Dia dan Juan Mata terhubung dengan sangat baik,” ujar Di Matteo.

Namun, pelatih asal Italia itu menegaskan, perlu keseimbangan permainan untuk menang. Inilah yang harus dibangun Di Matteo sebelum Chelsea bertemu tim-tim kuat, seperti duo Manchester: City dan United.

(Reuters/AP/BBC/ANG)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau