London, Kamis
Pada akhirnya, Chelsea menang 4-2, ribuan suporter tuan rumah yang memadati Stamford Bridge pun bahagia. Namun, dua gol Reading dalam rentang empat menit di pertengahan babak pertama menyisakan pekerjaan bagi Pelatih Roberto di Matteo.
Benteng kokoh pertahanan ”The Blues” harus dikembalikan. Musim lalu, lini belakang Chelsea adalah kekuatan utama yang membawa mereka menjuarai Liga Champions.
Di Matteo mengakui, pertahanan timnya sempat kehilangan bentuk sehingga dua kali dijebol Pavel Pogrebnyak pada menit ke-25 dan Danny Guthrie, empat menit kemudian. Dua gol itu membalikkan posisi untuk keunggulan Reading, 2-1. Chelsea sebelumnya memimpin 1-0 melalui penalti Frank Lampard di menit ke-18.
”Kami sangat agresif menyerang dan mungkin kehilangan sedikit keseimbangan,” ujar Di Matteo. John Terry yang menjadi komandan pertahanan bersama Gary Cahill sering kehilangan posisi dalam penjagaan satu lawan satu. Adapun Ashley Cole dan Branislav Ivanovic sering tertarik membantu serangan, begitu juga dengan John Obi Mikel yang menjadi duet Lampard.
”Keseimbangan selalu menjadi kunci,” ujar Di Matteo.
Musim ini, Chelsea menjalani transisi yang cukup drastis, yaitu dari pola bertahan dan serangan balik ke permainan agresif. Komposisi lini tengah yang mendapat tambahan Eden Hazard mengubah filosofi permainan menjadi lebih agresif menekan lawan. Gelandang serang asal Belgia itu memantik karakter agresif rekan-rekannya. Kehadiran Hazard membuat transisi filosofi permainan Chelsea terlalu cepat.
”Semua ini luar biasa dan setiap orang ingin menyaksikan pemain-pemain berbakat. Namun, untuk memenangi pertandingan, dibutuhkan keseimbangan yang bagus. Itu akan menjadi tantangan,” papar Di Matteo.
Reading memaksa Chelsea berjuang hingga menit ke-69 untuk menyamakan kedudukan 2-2 melalui gol Gary Cahill. Fernando Torres mencetak gol krusial di menit ke-81 yang membawa tuan rumah unggul 3-2. Gol hasil kerja sama sama Torres, Mata, dan Cole itu kontroversial.
”Itu jelas off-side dan sangat mengecewakan,” ujar Pelatih Reading Brian McDermott memprotes keputusan hakim garis.
Bek sayap Ivanovic mengunci kemenangan Chelsea 4-2 di babak tambahan waktu. Gol ini berawal dari serangan balik Hazard, memanfaatkan lini belakang Reading yang lowong karena berusaha menciptakan gol.
Hazard merupakan jantung permainan Chelsea. Dua gol Chelsea berawal dari serangan yang dia bangun, sama dengan dua gol saat menundukkan Wigan Athletic, 2-0, di laga pertama musim ini.
”Dia jelas memberi pengaruh pada tim kami. Dia dan Juan Mata terhubung dengan sangat baik,” ujar Di Matteo.
Namun, pelatih asal Italia itu menegaskan, perlu keseimbangan permainan untuk menang. Inilah yang harus dibangun Di Matteo sebelum Chelsea bertemu tim-tim kuat, seperti duo Manchester: City dan United.