Kemelut partai republik

Romney Alihkan Fokus Perhatian Kampanye

Kompas.com - 25/08/2012, 02:24 WIB

Washington, Kamis - Kemarahan kalangan konservatif Amerika Serikat terhadap salah ucap yang disampaikan kandidat senator dari Partai Republik, Todd Akin, soal isu pemerkosaan mengancam kekompakan kubu Partai Republik. Padahal, partai tersebut akan segera menggelar konvensi untuk menominasikan secara resmi Mitt Romney sebagai kandidat presiden Amerika Serikat, pekan depan.

Guna mengurangi ketegangan di partainya, Romney pun berupaya mengembalikan fokus perhatian kampanyenya pada isu ekonomi. Seraya membangkitkan ingatan akan rencana-rencana yang tak terwujud dari para presiden, atau calon-calon presiden di masa lalu, Romney berharap agar AS, Kanada, dan Meksiko hendaknya terbebas dari ketergantungan energi tahun 2020.

”Ini bukan hal yang mengada- ada,” ujar Romney di depan para pendukungnya di Hobbs, New Mexico, jantung industri minyak dan gas di negara bagian barat daya AS ini, Kamis (23/8).

”Ini sungguh-sungguh tujuan nyata yang bisa dicapai,” kata Romney, yang akan menantang Presiden Barack Obama dalam pemilihan presiden 6 November mendatang.

Pengalihan fokus kampanye ke energi dan lapangan kerja ini menandai upaya nyata Romney untuk berupaya menggusur Obama, dan tidak terperangkap dalam badai politik nasional soal salah ucapan Akin tentang ”pemerkosaan yang dilegitimasi”.

Kontroversial

Akibat ucapan kontroversial Akin ini, sepanjang hari Rabu dan Kamis dilakukan pertemuan tertutup antara Akin dan Dewan Kebijakan Nasional Partai Republik, koalisi dari para pemimpin konservatif, serta penginjil di Tampa, Florida. Komentar Akin dikhawatirkan akan mempertajam pertentangan antara sejumlah pemimpin partai Republik dan kubu pemimpin konservatif.

Anggota Kongres AS itu sempat didesak oleh kalangan partainya untuk mengurungkan pencalonannya sebagai senator mewakili negara bagian Missouri. Yang meminta Akin mundur termasuk Romney, sang kandidat presiden.

Ucapan Akin yang memancing kontroversi mengatakan bahwa korban-korban ”pemerkosaan yang dilegitimasi” (pemerkosaan dalam perkawinan sah) memiliki mekanisme alami untuk menghindarkan dari kehamilan sehingga tak perlu melakukan aborsi.

Akin berulang kali meminta maaf atas ucapannya yang memicu ketegangan di kalangan partainya sendiri itu. Namun, dia menolak untuk menarik diri dari perebutan kursi senat melawan Senator Demokrat, Claire McCaskill.

Tak hanya Romney yang mendesak Akin untuk mundur dari perebutan kursi Senat Missouri, calon wakil presiden yang mendampinginya, Paul Ryan, pun meminta hal yang sama terhadap Akin. Meskipun Akin sudah meyakinkan bahwa aborsi tetaplah tindakan ilegal meskipun dalam kasus pemerkosaan sekalipun.

Kamis, Akin bahkan sudah mendapatkan dukungan dari kalangan sosial konservatif untuk tetap ikut dalam perebutan kursi senat negara bagian Missouri.

Perebutan kursi senat Missouri cukup krusial bagi harapan kubu Republik untuk berebut dominasi di negara bagian itu. Senat kubu Demokrat saat ini menduduki mayoritas kursi Missouri dengan keunggulan 53-47.

(AP/AFP/Reuters/sha)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau