Ribuan Calon Guru Tak Penuhi Syarat

Kompas.com - 25/08/2012, 16:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ribuan calon guru yang mendaftar untuk ikut seleksi program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal tidak memenuhi syarat. Mereka umumnya gagal dalam seleksi administrasi dan tes online bidang studi.

Supriadi Rustad, Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, di Jakarta, Jumat (24/8), mengatakan, pada gelombang pertama perekrutan sarjana pendidikan untuk program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM3T) 2012 terdaftar lebih dari 3.000 orang.

”Namun, yang lolos hanya sekitar 900 orang,” katanya.

Menurut Supriadi, seleksi memang dilakukan secara ketat karena ingin mendapatkan calon guru yang berkualitas. Apalagi, peserta yang lolos seleksi SM3T nantinya akan diikutkan Pendidikan Profesi Guru (PPG) sehingga diprioritaskan dalam perekrutan guru oleh pemerintah daerah ataupun untuk sekolah swasta.

Ia menambahkan, 20-30 persen pendaftar gagal dalam persyaratan administrasi. Data mahasiswa, misalnya, tidak tercatat di basis data Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. ”Bisa jadi masalah ada di perguruan tingginya, kenapa mahasiswa sampai tidak terdata,” ujarnya.

Pada tes online, peserta mengikuti tes dengan materi sesuai bidang studi. Pada tahap ini pun banyak peserta yang gagal memenuhi syarat.

Rp 2 juta per bulan

Sarjana pendidikan yang ikut program SM3T ditempatkan di daerah terpencil selama setahun dan mendapat honor Rp 2 juta per bulan serta insentif Rp 500.00 per bulan. Mereka juga ditawari untuk ikut PPG di 17 lembaga pendidikan tenaga kependidikan sehingga memiliki sertifikat pendidik, yang berarti berhak mendapat tunjangan profesi guru.

Secara terpisah, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohamad Nuh mengatakan, program SM3T ini merupakan jalan pintas untuk memenuhi kebutuhan guru yang kurang di daerah terdepan, tertinggal, dan terluar. Program ini akan dilakukan lima periode sampai penyiapan guru lewat PPG berjalan dengan baik. (ELN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau