Arus balik

Bus Terlambat Masuk Terminal Pulogadung

Kompas.com - 25/08/2012, 20:10 WIB

 JAKARTA, KOMPAS.com - Bus-bus dari berbagai kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur terlambat masuk ke Terminal Pulogadung, Jakarta Timur. Hal itu disebabkan kepadatan lalu lintas yang terjadi di sepanjang jalur pantai utara.

Kepala Terminal Pulogadung M Nur, Sabtu (25/8/2012), mengatakan banyak bus yang terhambat di wilayah pantai utara (pantura). Karena itu, puncak arus balik di Terminal Pulogadung yang tadinya diperkirakan terjadi Jumat (24/8/2012) , bergeser menjadi Sabtu atau Minggu (26/8/2012) ini.

Dampak kemacetan pantura dirasakan Tofan (29), salah satu pemudik bus dari Semarang, Jawa Tengah. Waktu tempuh Semarang-Jakarta yang normalnya hanya sekitar 12 jam menjadi 18 jam. Kemacetan di antaranya terjadi di Alas Roban dan Tegal, katanya.

Dari data terminal sepanjang Sabtu pukul 8.00-14.00 jumlah penumpang tiba mencapai 8.427 orang melalui 216 bus. Adapun pada Jumat, total penumpang mencapai 15.831 orang melalui 403 bus. Jumlah tersebut merupakan ya ng tertinggi selama arus balik Lebaran tahun ini.

Namun, M Nur memprediksi pada puncak arus balik nanti jumlah penumpang datang bisa melebihi arus puncak tahun 2011 lalu yang mencapai 24.597 penumpang melalui 634 bus.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau