Ratusan Mayat Ditemukan di Darayya Suriah

Kompas.com - 26/08/2012, 16:20 WIB

Oposisi Suriah mengklaim sejumlah mayat yang ditemukan di sebuah kota dekat ibukota Damaskus sebagai korban ''pembantaian''. Aktivis mengatakan banyak dari korban di Kota Darraya tersebut ''dieksekusi'' pasukan pemerintah.

Menurut sejumlah laporan, 200 mayat ditemukan di dalam rumah-rumah dan ruang bawah tanah tempat penampungan.

Tanpa menanggapi klaim aktivis, TV negara Suriah melaporkan bahwa Darayya tengah ''dibersihkan dari teroris yang tersisa''. Razia dari rumah ke rumah dilakukan pasukan Presiden Bashar al-Assad Sabtu (25/8/2012) kemarin, setelah beberapa hari diserang bom.

Wartawan BBC di Beirut melaporkan serangan ini merupakan bagian dari kampanye lebih besar untuk menguasai kembali kawasan selatan Damaskus, tempat dimana pemberontak kembali berkumpul sejak dipukul mundur sebulan lalu.

Aktivis di lapangan kemudian mengunggah sebuah tayangan video di internet, yang menunjukkan deretan jenazah di masjid Abu Auleiman al-Darani.

Aktivis mengatakan banyak korban yang mengalami luka tembak di kepala dan dada dan dibunuh saat razia rumah ke rumah oleh pasukan pemerintah. "Militer Assad melakukan pembantaian di Darayya," kata seorang anggota oposisi kepada Reuters.

Aktivis menambahkan bahwa kebanyakan korban ditembak dari jarak dekat, dan yang lainnya menjadi sasaran penembak jitu.  Pengawas HAM Suriah, sebuah kelompok aktivis oposisi di Inggris, mengatakan ada 183 korban tewas sepanjang Sabtu kemarin.

Klaim dari aktivis ini tidak dapat diverifikasi secara independen karena pembatasan media asing di Suriah.

Gencatan senjata gagal

Aktivis lokal mengatakan pembunuhan massal di Darayya, dengan lusinan korban ditemukan menyusul razia pemerintah, semakin meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Kelompok HAM HRW mengatakan ini bukanlah pola yang baru, tetapi semakin sering terjadi di banyak kawasan dan dengan jumlah korban yang semakin banyak.

Sebuah laporan pendahuluan dari pemantau PBB menyebutkan bahwa kedua belah pihak yang bertikai melakukan pembantaian, tetapi militer Suriah bertanggung jawab atas jumlah korban yang lebih banyak.

Dalam sebuah perkembangan terpisah, kepala misi PBB untuk Suriah telah meninggalkan negara itu setelah misi berakhir. Letjen Babacar Gaye dilaporkan telah bergabung dengan konvoi PBB ke Lebanon, Sabtu kemarin.

Pekan lalu, PBB memutuskan untuk menolak perpanjangan misi, yang awalnya sebagai bagian dari enam poin rencana damai Suriah.

Bagaimanapun, gencatan senjata yang dimandatkan oleh rencana damai tersebut tidak pernah berhasil dan kekerasan justru semakin meningkat sejak Juni silam.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau