Arus Balik Lebaran Ketupat, Suramadu Padat

Kompas.com - 26/08/2012, 22:38 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com -- Ribuan pengendara roda dua memadati pintu gerbang Tol Surabaya - Madura (Suramadu) dari sisi Madura Minggu (26/8/2012) sore. Mereka kembali ke Surabaya setelah merayakan Lebaran Ketupat atau tradisi Lebaran hari ketujuh di Madura.

Pantauan Kompas.com di gerbang tol Suramadu sisi Madura, kepadatan pengendara roda dua menyebabkan antrean panjang hingga lebih dari 500 meter. Namun antrean tidak terlihat di jalur roda empat. Menurut Kepala Jasa Marga Suramadu Haryono, selain dari warga yang merayakan tradisi Lebaran Ketupat, mereka yang melintas Suramadu saat ini adalah sisa masyarakat yang sepekan kemarin mudik Lebaran.

''Kebanyakan dari mereka besok sudah mulai beraktivitas, jadi mereka memilih balik hari ini,'' katanya.

Kepadatan, kata Haryono, terjadi sejak pukul 16.00 WIB dan diperkirakan akan mencair hingga pukul 21.00 WIB nanti. Total kendaraan roda dua yang melintas diperkirakan lebih dari 50 unit, sementara kendaraan roda empat diperkirakan mencapai lebih dari 30 ribu unit.

Untuk mengantisipasi antrean panjang, selain menambah petugas, pengelola Suramadu juga menambah loket untuk roda dua dari dua menjadi lima loket, mengurangi loket kendaraan roda empat.

''Untuk roda empat memang antreannya sempat memanjang hingga 1 kilometer, namun saat antrean roda dua berkurang, loket kami kembalikan seperti posisi semula,'' ujarnya.

Lebaran Ketupat adalah tradisi warga Pulau Garam pada hari ketujuh Hari Raya Idul Fitri. Selain berkunjung ke sanak famili, kebanyakan warga memilih memanfaatkan momen untuk berekreasi ke sejumlah tempat wisata bersama rekan dan keluarga.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau