Keputusan wasit Romeo memberikan penalti bagi Juventus di Turin, Sabtu (25/8), itu sempat memercikkan sejumlah protes dari para pemain Parma. Mereka membela sang penjaga gawang Antonio Mirante yang dinilai tak mengganjal Stephan Lichtsteiner di kotak terlarang. Gelandang Juventus asal Swiss itulah yang dianggap justru melakukan diving. Namun, Romeo bergeming.
Mirante yang tampil memukau sejak menit pertama tetap tegar. Dia menjalani hukuman dengan menahan tendangan penalti Arturo Vidal.
Memasuki babak kedua, tuan rumah unggul melalui Lichtsteiner yang menerima umpan silang mendatar di depan gawang Mirante dari Kwadwo Asamoah, gelandang asal Ghana. Lichtsteiner, yang berlari di antara dua garda Parma, menyapu umpan ke dalam gawang Mirante.
Empat menit kemudian, kontroversi kedua terjadi setelah kapten tim Parma, Alessandro Lucarelli, menjatuhkan Sebastian Giovinco di sisi kiri depan kotak terlarang. Andrea Pirlo, pemain veteran ”Si Nyonya Besar”, pun menunaikan tugasnya.
Bola tendangan datar ke pojok kiri gawang Parma mampu ditangkap Mirante yang tinggi badannya hampir 2 meter. Sebagian badan bola, dalam beberapa kali tayangan ulang, pun terlihat masih menyentuh garis putih gawang. Namun, wasit keempat, Marzalloni, memutuskan bola telah masuk ke gawang.
Sontak keputusan itu kembali menyulut protes dari Mirante dan kawan-kawannya. Wasit kembali bergeming. Tuan rumah mengunci kemenangan menjadi 2-0 hingga babak kedua usai.
Manajer Parma Roberto Donadoni menolak berkomentar lebih lanjut mengenai kontroversi ini. ”Wasit melaksanakan tugasnya dengan baik. Juga melakukan beberapa kesalahan. Anda bisa melihat penalti yang diberikan, itu bisa saja salah. Kesalahan bisa terjadi dan kita semua tak bisa mengubahnya,” kata mantan pemain AC Milan itu.
Dia menambahkan, kian banyak wasit yang bertugas di lapangan, kualitas hasil pertandingan seharusnya semakin baik. ”Tapi, kesalahan juga bisa saja terjadi,” ujarnya.
Meski demikian, dia mengakui, para pemain Parma yang kini diasuhnya terlalu takut menusuk jantung pertahanan lawan. Parma yang sebagian besar dihuni para pemain muda dinilai mantan manajer tim nasional Italia 2006-2008 tersebut tidak menunjukkan karakter permainan yang sebenarnya.
Kemenangan Juve atas Parma menguatkan keyakinan Manajer AC Milan Massimiliano Allegri bahwa Juventus masihlah menjadi favorit meski tidak akan didampingi Conte hingga akhir musim. ”Sangat jelas mereka adalah favorit juara,” katanya.
Di stadion yang lain, Vincenzo Montella, mantan penyerang AS Roma, kembali ke lapangan. Bukan sebagai pemain, melainkan sebagai Manajer Fiorentina musim ini. Pada pentas perdananya, dia memetik kemenangan atas Udinese dengan skor 2-1.
Adalah penyerang Fiorentina asal Yugoslavia, Stevan Jovetic, yang memastikan kemenangan klub ini atas Udinese dengan dua golnya, yaitu pada menit ke-67 dan menit ke-90. Satu-satunya gol Udinese dicetak Maicosuel pada menit ke-28.
”Memenangi pertandingan
Meski demikian, dia menambahkan, para pemain tidak boleh lengah dengan hasil laga perdana ini. Beberapa kelemahan, terutama dalam penyelesaian akhir, menjadi fokus utama perbaikan pada laga mendatang.