King sejong literacy prizes dari unesco

"Penghargaan Ini Berkah Ramadhan..."

Kompas.com - 27/08/2012, 15:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Pendidikan Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Non-Formal dan Informal (Dirjen PAUDNI), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Ella Yulaelawati, menyambut gembira kabar keberhasilan Indonesia dalam meraih penghargaan King Sejong Literacy Prizes 2012 yang dianugerahkan oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO). Menurutnya, program literasi atau pemberantasan buta huruf di Indonesia pantas diraih oleh Indonesia.

"Ini berkah Ramadhan untuk kita semua. Baru kami sampaikan setalah ada rilis resmi dari UNESCO," kata Ella, Senin (27/8/2012), di gedung Kemendikbud, Jakarta.

Melalui rilis di laman resminya, UNESCO menyatakan bahwa juri internasional menilai Indonesia sukses melawan buta huruf melalui program bertajuk "Peningkatan Kualitas Pendidikan Literasi Melalui Literasi Kewirausahaan, Budaya Membaca, dan Pelatihan Para Pendidik". Indonesia dinilai sukses melakukan inovasi pembelajaran dalam program pemberantasan buta huruf yang terintegrasi dengan pengenalan kewirausahaan dan pembinaan taman bacaan masyarakat di ruang publik seperti pasar dan tempat ibadah, serta pembinaan tutor secara berkala.

Penghargaan akan diserahkan secara resmi di Paris, Perancis, 6 September 2012 mendata, bersamaan dengan digelarnya pertemuan high official meeting bertema "Reaching the 2015 Literacy Target: Delivering on the Promise!". Pada acara penyerahan itu, Indonesia diminta menyajikan rencana aksi negara bebas buta aksara pada 2015.

Setiap tahun, UNESCO menganugerahkan dua penghargaan King Sejong Literacy dan dua penghargaan Confusius for Literacy dalam rangka menyambut Hari Aksara Internasional. Selain Indonesia, tahun ini, Rwanda juga meraih penghargaan UNESCO King Sejong Literacy Prize melalui program bertajuk "Program Literasi Orang Dewasa Nasional".

Sementara itu, Confucius Prizes for Literacy akan dianugerahkan kepada Bhutan untuk program pembelajaran pada masyarakat pedesaan dan Kolombia untuk pendidikan perdamaian dan anti kekerasan. Beberapa negara lain yang pernah meraih penghargaan King Sejong sejak 2008 adalah Burundi, Meksiko, Cape Verde, Mesir, Afghanistan, dan Burkina Faso serta Zambia. Penghargaan Confucius for Literacy pernah diberikan kepada Amerika Serikat, Republik Kongo, Jerman, Nepal, India, dan Filipina.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau