JAKARTA, KOMPAS.com - Selama ini, kita hampir selalu kecolongan dengan banjir bandang. Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan hilir menerima dampak banjir bandang secara tiba-tiba. Minim sekali upaya preventifnya.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dr Sutopo Purwo Nugroho dalam siaran persnya, Senin (27/8/2012), menyatakan, cara mengatasinya adalah dengan inspeksi menyusuri sungai ke hulu saat musim kemarau atau transisi.
Pada sungai-sungai yang memiliki sejarah banjir bandang perlu dilakukan inspeksi. Pemerintah daerah dapat mengerahkan relawan pecinta alam, TNI, aparat BPBD, serta warga masyarakat lain untuk mencari titik-titik yang berpotensi membentuk bendungan di hulu.
"Saat ditemukan segera dibongkar. Upaya manual ini lebih efektif dibandingkan dengan foto udara atau citra satelit karena akan memerlukan biaya yang mahal," sebut Sutopo.
Menurut Sutopo, fenomena banjir bandang di Indonesia terus meningkat. Kerapnya gempabumi menyebabkan struktur kohesi batuan dan lapisan tanah mudah longsor.
Banjir bandang di Aceh Tenggara, Padang, Parigi Moutong, dan wilayah lainnya diduga dipicu oleh gempa yang terjadi sebelumnya sehingga terjadi longsor di hulu.
Faktor pemicu lain adalah berubahnya watak hujan. Curah hujan saat ini ditandai dengan meningkatnya intensitas hujan. Hujan yang tinggi meningkatkan torehan air ke lapisan tanah sehingga menimbulkan longsor. Material longsor kemudian membendung alur sungai di hulu sehingga membentuk bendungan alami.
Pada Sabtu (25/8/2012) pukul 22.00 Wita, banjir bandang menerjang Kabupaten Parigi Moutong dan Kota Palu, Sulawesi Tengah. Tercatat 4 orang meninggal dan ratusan rumah rusak. Hal yang sama terjadi di Aceh Tenggara pada Sabtu (18/8/2012) sore hari. Korban 6 orang meninggal, 172 rumah rusak, 11 jembatan putus, dan bangunan umum rusak.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang