MADRID, KOMPAS.com - Dua bulan dalam proses tarik ulur yang menguras emosi, Luka Modric memenuhi ambisinya bergabung dengan Real Madrid. Ia pun mulai melupakan masalahnya bersama Tottenham Hotspur.
Dengan didampingi petinggi sekaligus bomber legendaris "Los Blancos", Emilio Butragueno, pria asal Kroasia itu meluapkan kegembiraannya dalam sebuah jumpa media.
Berikut apa yang dikatakannya, Senin (27/8/2012), yang dipetik dari media ternama Spanyol, AS:
Setelah proses negosiasi selama dua bulan, transfer akhirnya dapat dilakukan. Pendapat Anda?
Proses yang panjang, tapi pada akhirnya saat-saat membahagiakan itu datang. Aku merasa terhormat dan bangga bisa menjadi salah satu pemain klub terbaik dunia. Aku larut dalam rasa antusias dan ingin segera berlatih, lalu bermain. Aku menunggu hingga saat-saat terakhir untuk tiba di sini. Aku berutang kepada Mou (Jose Mourinho). Pelatih luar biasa yang sangat menginginkanku.
Apakah Anda merasa lega proses transfer ini berakhir dengan baik?
Ya, aku melewati masa-masa buruk. Hampir sebulan aku tak berlatih dengan tim. Aku lega dan gembira akhirnya tiba di sini. Aku tak sabar bermain dengan tim dan itu akan menjadi tantangan terbesarku. Aku akan cetak banyak gol. Aku punya segala yang diperlukan: pelatih dan pemain-pemain terbaik dunia.
Sebenarnya, apa ambisi pribadi Anda bersama Madrid?
Menjadi salah satu pemain inti dan itu butuh kerja keras. Persaingan bakal ketat, tapi aku telah siap. Aku ingin bermain sepak bola sebagus mungkin, mengembangkan kemampuan individuku, dan juga memenangi trofi bersama Madrid, mulai dari Liga BBVA, Liga Champions, trofi-trofi lokal, semua itu tantanganku.
Aku selalu antusias bermain di Liga Champions dan aku pernah melakukannya sekali bersama Tottenham. Sekarang, keadaannya berbeda dan aku sangat menantikannya. Aku gembira bermain bersama Madrid di Liga Champions. Tim ini sangat bagus dan harapanku, kami dapat memenanginya musim ini.
Mengapa memilih bergabung ke kompetisi Spanyol dan Madrid?
Semuanya bermula dari Euro 2012. Ketika menyadarinya, aku berambisi bergabung dengan klub besar itu. Semuanya tak mudah karena aku ingin proses transfernya secepatnya diselesaikan. Namun, semua negosiasi gagal.
Pada posisi apa Anda ingin bermain?
Pelatih lama (Harry Redknapp) menurunkanku pada setiap posisi di lini tengah. Mourinho akan memutuskan di mana aku bermain sesuai dengan kemampuan terbaikku. Aku akan tampil di mana saja ia tugaskan dan bermain sebaik mungkin agar kami dapat meraih kemenangan dan gelar juara.
Apa yang Mourinho janjikan kepada Anda musim ini?
Aku belum bicara dengannya. Hari ini (Senin) aku berharap bisa menemuinya.
Bagaimana kondisi fisik Anda?
Sulit mengatakannya. Aku absen dalam pertandingan pramusim. Aku hanya berlatih dengan pelatih individu Tottenham. Untungnya, aku masih bermain bersama Kroasia, itu sangat membantuku. Harapanku, bermain dalam beberapa pertandingan akan mengembalikan kondisi kebugaran dan bentuk permainan terbaikku. Itu yang diharapkan Madrid dariku.
Apakah Anda siap bersaing dengan pemain-pemain lama?
Aku telah siap segalanya. Aku ingin merebut satu posisi utama dan aku tahu itu sulit. Tapi, kalau tidak mampu, aku tak akan berada di sini. Pelatih akan tentukan di mana posisiku pada saat bermain. Aku ingin berkembang setiap hari dan membantu tim memenangi setiap trofi.
Siapa pemain Madrid yang paling Anda perhatikan?
Jika bicara Madrid, yang ada adalah kumpulan talenta terbaik. Xabi Alonso, (Gonzalo) Higuain, (Angel) Di Maria, Cristiano (Ronaldo)... Mereka pemain berbakat dan aku tak sabar ingin bermain dengan mereka.
Anda yakin dapat menyatu bekerja sama dengan Xabi dan Mesut Oezil nantinya?
Ya, siapa pemain di dunia ini yang tak ingin bermain bersama keduanya. Aku merasa nyaman selama bermain di lini tengah.
Apakah Anda ingin bermain pada Rabu (29/8/2012) saat final kedua Piala Super Spanyol 2012 melawan Barcelona?
Kondisiku bagus, meski sebelumnya tak berlatih dengan tim. Aku siap diturunkan. Tapi, pelatih yang tentukan.
Apakah Anda ingin menjadikan pertandingan Madrid versus Barcelona sebagai debut Anda?
Itu partai terbaik dunia, tapi itu hak pelatih untuk memutuskannya.
Apa pendapat Anda tentang tiga pertandingan pertama Madrid?
Tak penting dengan apa yang kami mulai, tapi lebih penting bagaimana kami mengakhirinya. Masih banyak pertandingan dan waktu pada kompetisi musim ini.
Mengapa Anda memilih nomor kostum 19?
Tak banyak pilihan yang tersisa dan mungkin angka 19 mewakiliku dengan lebih baik.
Siap pemain idola Anda semasa kecil?
Aku terinspirasi dengan permainan (Zvonimir) Boban yang dulu bermain untuk AC Milan. Ia salah satu pemain terbaik Kroasia. Aku juga mengagumi (Francesco) Totti dari AS Roma.
Apakah Anda kecewa terhadap Tottenham yang mengulur waktu penyelesaian proses transfer ini?
Aku justru berterima kasih kepada Tottenham. Empat musim aku habiskan bersama klub itu. Aku ingin berterima kasih kepada setiap orang yang membuatku bisa berada di sini. Tak ada kekecewaan, hanya rasa syukur. Ini lembar baru dalam kehidupanku. Mari lupakan segala yang pernah terjadi dan terucap. Terima kasih, aku senang semuanya telah berakhir.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang