F-PDIP: Polisi Jangan Kriminalkan Korban Sampang

Kompas.com - 28/08/2012, 10:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepolisian didesak melakukan proses hukum yang adil terkait penyerangan perkampungan yang dihuni kelompok Syiah di Desa Karang Gayam, Sampang, Madura. Kepolisian didesak menindak seluruh penghasut serta pelaku penyerangan tanpa mengkriminalkan pihak yang sudah menjadi korban.

"Fraksi PDI Perjuangan menuntut polisi melakukan penegakan hukum yang berkeadilan," kata anggota Komisi III DPR dari F-PDIP Eva Kusuma Sundari di Jakarta, Selasa (28/8/2012).

Eva menambahkan, pemerintah juga harus segera merehabilitasi korban baik fisik maupun mental. Selain itu, kata dia, harus ada skema komprehensif untuk mencegah peristiwa serupa terulang kembali. Seperti diketahui, penyerangan di Sampang merupakan kejadian kedua kali.

"Pemerintah juga harus mengevaluasi secara serius efektivitas program deradilakalisasi tanpa disertai menutup kran-kran radikalisme," kata Eva.

Ia menambahkan, upaya Majelis Permusyawaratan Rakyat melakukan sosialisasi empat pilar yakni UUD 1945 , Pancasila, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika akan sia-sia jika tidak didukung pemerintah yang menghentikan propaganda paham radikalisme. Untuk itu, pemerintah harus serius mengakhiri fenomena anarkisme.

Seperti diberitakan, kepolisian tengah memeriksa tujuh orang terkait penyerangan di Sampang yang menewaskan dua orang. Belum ada keterangan mengenai penetapan tersangka dari kepolisian.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau