Semarang

Hakim Tipikor Pragsono Mengaku Siap Dipecat

Kompas.com - 28/08/2012, 13:37 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Hakim karier Pengadilan Tipikor Semarang Pragsono mengaku siap dipecat dan siap dijadikan tersangka terkait dengan kasus penyuapan hakim Kartini Marpaung, jika memang dirinya terbukti bersalah.

Pragsono adalah Ketua Majelis Hakim dengan anggota Kartini Marpaung dan Asmadinata yang menangani terdakwa Ketua DPRD non aktif Kabupaten Grobogan M Yaeni pada kasus dugaan korupsi pemeliharaan mobil dinas DPRD Grobogan tahun anggaran 2006-2008 senilai Rp1,9 miliar.

Pernyataan sikap itu disampaikan Pragsono ketika keluar dari ruangan saat jeda pemeriksaan sebagai saksi oleh KPK di kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Selasa (28/8/2012).  "Saya siap, dipecat pun siap, jadi tersangka pun siap," tandasnya di depan sejumlah wartawan.

Terkait dengan materi pemeriksaan, Pragsono mengatakan materi seputar kasus yang menimpa hakim Kartini. "Satu penyidik, materi seperti yang sudah muncul di media," tambahnya.

Ketika ditanya apakah sebelumnya mengetahui rencana pemberian sejumlah uang pada hakim Kartini, Pragsono mengaku tidak tahu dan tidak berkomunikasi dengan hakim Kartini. "Saya tahu pas itu, sebelumnya tidak pernah berkomunikasi," kata Pragsono.

Meski begitu, Pragsono mengaku kecewa karena tidak bisa menahan kedatangan Heru Kusbandono, Hakim Pengadilan Tipikor Pontianak yang juga turut ditangkap KPK bersama hakim Kartini dan Sri Dartuti, adik terdakwa M Yaeni. "Saya siap jadi tersangka, suara saya sudah direkam semua oleh Mahmakah Agung (MA), saya sudah lapor dan pro aktif sejak usai lebaran," tutur Pragsono.

Sementara itu hakim Asmadinata yang juga datang untuk memenuhi penggilan KPK tampak enggan berkomentar. Keduanya datang bersamaan dan menjalani pemeriksaan sebagai saksi. Hingga pukul 13.00 WIB keduanya masih menjalani pemeriksaan di kantor Kejati Jateng.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau