Fanatisme Keagamaan Orang Madura Harus Dibendung

Kompas.com - 28/08/2012, 22:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menyatakan fanatisme keagamaan orang Madura harus dibendung oleh aparat keamanan dan para tokoh agama dan masyarakat. Pasalnya, fanatisme ibarat dua mata uang, dapat bermakna positif dan negatif. "Orang Madura sangat fanatik terhadap agama yang dianutnya. Nah oleh sebab itu maka aparat penegak keamanan dan para tokoh agama dan masyarakat harusnya membendung fanatisme ini," ujar Mahfud di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa (28/8/2012).

Mahfud menggarisbawahi bahwa fanatik tersebut sebenarnya adalah hal positif. Menurut Mahfud jika seseorang tidak fanatik maka orang tersebut tidak bermutu. Dia turut menyoroti bahwa fanatik berbeda dengan beringas. Fanatisme, menurut Mahfud, akan baik jika disulut dengan hal positif. Sebaliknya, yang menjadikan fanatisme menjadi buruk jika hal tersebut dipercikkan oleh hal-hal negatif.

Fanatisme berlebihan yang terjadi di Sampang diakuinya karena hal yang negatif sehingga mengancam kebebasan umat berkeyakinan lainnya, muslim Syiah. "Di Madura hampir tidak ada konflik keyakinan, kecuali saat ini. Orang Madura memang fanatik tapi toleran. Di Madura, konflik politik ada tapi antar pemeluk keyakinan tidak. Yang terjadi sekarang justru fanatisme buta yang kemudian dibakar oleh hal negatif," terangnya.

Dia menjelaskan bahwa membendung fanatisme tidak hanya tugas pemerintah namun juga pimpinan agama. Dia memberikan solusi bahwa tidak ada jalan lain untuk menyelesaikan permasalahan ini kecuali penegakan hukum yang tegas. Kesepakatan untuk memulai perdamaian, lanjutnya, akan sia-sia jika proses penegakan hukum tidak berjalan. "Tidak ada jalan lain kecuali penegakan hukum. Nego-nego itu jika tidak ada penegakan hukum akan sia-sia," tegasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau