Aplikasi percakapan

WeChat Dilengkapi Fitur Multimedia, Bakal Geser BBM?

Kompas.com - 29/08/2012, 00:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Aplikasi chatting asal China, WeChat, makin populer. Dengan beragam fitur multimedia yang canggih, WeChat sudah menjangkau lebih dari 100 juta pengguna di berbagai negara.

Aplikasi WeChat yang dikembangkan Tencent, perusahaan teknologi asal Shenzhen, China, ini dapat digunakan pengguna ponsel pintar dengan sistem operasi iOS (AppStore), Android (Google Play), Windows Phone (Marketplace), dan Symbian. Aplikasi ini didukung jaringan wi-fi serta jaringan data 3G dan 4G.

Aplikasi ini pertama kali diluncurkan di Weixin, China, Januari 2011 lalu, tetapi waktu itu baru khusus untuk masyarakat China. Pengguna internasional baru dapat memanfaatkan WeChat setelah Tencent menyediakan dukungan berbagai bahasa pada Oktober 2011. Sampai Maret 2012, menurut CEO Tencent Ma Huateng, jumlah pengguna WeChat sudah mencapai lebih dari 100 juta.

Pengusaha Indonesia yang sering ke China, Calvin Lukmantara, bercerita kepada Kompas, Selasa (28/8/2012), ketika ia berada di China, ia melihat betapa aplikasi chatting ini sangat populer mengalahkan aplikasi QQ. Di China, ungkap Calvin, BlackBerry Messenger malah tidak populer. "Saya baru mengenal WeChat setelah ke China. Awalnya saya pakai aplikasi QQ, tapi rupanya QQ kalah populer dibandingkan WeChat yang baru satu tahun muncul di China," ungkap Calvin Lukmantara.

Pengembang aplikasi WeChat memperluas penggunaan chatting ke berbagai negara dengan menyediakan sejumlah bahasa, selain bahasa China dan Inggris, juga bahasa Arab, Hindi, Indonesia, Italia, Jepang, Korea, Malaysia, Polandia, Portugis, Rusia, Spanyol, Thailand, dan Vietnam.

Sebelumnya kita pasti pernah tahu ada aplikasi chatting, seperti Whatsapp, IM Plus, eBuddy, GoogleTalk, BlackBerry Messenger, iMessage, dan lainnya. Tetapi, apa kelebihan WeChat dibandingkan aplikasi chatting yang pernah ada?

Aplikasi percakapan singkat ini dapat digunakan melalui teks, suara, gambar, dan video. WeChat menyediakan video call HD secara gratis. Chatting grup juga dapat berbagi foto secara pribadi.

Nah, yang menarik, kita dapat menambah teman baru dari seluruh dunia dengan cara menggoyang-goyangkan ponsel. WeChat langsung mencari teman pada yang sama juga mengocok ponselnya. Kompas sudah mencoba beberapa kali dan menemukan teman dari Jakarta sampai Milan, Italia.

Kita juga bisa mencari teman yang dekat dengan lokasi (misalnya di seputar Jakarta) dengan cara mengklik "Look Around".

Registrasi aplikasi ini sangat mudah. Bisa lewat akun Facebook atau lewat nomor ponsel. Nah, kita juga bisa menemukan kawan yang sama-sama menggunakan WeChat baik teman Facebook maupun teman yang terdaftar dalam daftar kontak di ponsel.

Kelebihan lain dari aplikasi WeChat ini adalah sesama teman dapat mengirimkan pesan suara. Ini berarti untuk lansia yang sudah sulit mengetik di ponsel dapat memanfaatkan WeChat secara maksimal. Hanya dengan "Hold to Talk", kita sudah mengirimkan pesan suara.

WeChat memiliki fitur-fitur yang mengekspresikan emosi, juga ucapan selamat.

WeChat juga dapat memberikan peta lokasi kita secara real time dengan mengklik Location, mengirimkan kartu nama (Name Card), mengirimkan foto (Photo), mengirimkan foto terkini saat itu dengan memotret dengan Camera, dan melakukan Video Call.

Saat ini belum banyak orang Indonesia yang memanfaatkan WeChat pada ponsel pintar mereka. Namun, dalam waktu dekat ini diperkirakan aplikasi WeChat bakal booming di Indonesia, bahkan dapat menggeser popularitas BlackBerry Messenger. Fitur multimedia yang tersedia dalam WeChat inilah yang menjadi nilai tambah yang menjanjikan. Apalagi WeChat dapat digunakan di berbagai sistem operasi. Nah, Anda sudah mencoba WeChat? (Robert Adhi Ksp)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau