Kebakaran

Warga Minta Tambahan Tabung Pemadam

Kompas.com - 30/08/2012, 04:39 WIB

jakarta, kompas - Empat kebakaran terjadi di Jakarta dan Bekasi, Rabu (29/8). Agar bisa cepat merespons kebakaran, warga di lokasi rawan kebakaran meminta pemerintah menambah tabung pemadam kebakaran.

Empat rumah yang terdiri atas puluhan kamar kontrakan di Jalan Kalianyar X, RT 02 RW 6, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, ludes terbakar sekitar pukul 03.15. Api berasal dari lantai 3, rumah kontrakan milik Maryamah, dan menjalar ke rumah- rumah di sekitarnya.

Ketua RT 06 Aning menuturkan, kontrakan itu sedang kosong karena ditinggal mudik penghuninya. Api muncul diduga akibat hubungan pendek arus listrik. Rumah yang terbakar berupa bangunan semipermanen di permukiman padat penduduk.

Kepala Seksi Operasional Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Barat Sutarno mengatakan, 33 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api. Kebakaran itu bisa dipadamkan dalam dua jam.

Pemadaman sulit dilakukan karena terjadi di gang selebar kurang dari 1 meter. Sepeda motor pemadam yang ada di RW 07 dikerahkan juga untuk memadamkan api. Namun, sepeda motor itu pun tak bisa masuk ke gang sempit.

”Sepeda motor roda tiga dengan tangki 400 liter tidak bisa masuk gang itu. Lebar sepeda motor bisa sampai 1,5 meter, sedangkan lebar gang tidak sampai 1 meter. Selangnya pun paling panjang 20 meter. Ketika sumber air jauh, tangki diisi air dari MCK,” kata Atut, Ketua RW 07.

Karena berat, sepeda motor pemadam hanya bisa melaju dengan kecepatan maksimal 40 kilometer per jam. Menurut Atut, tabung pemadam dalam jumlah banyak lebih efektif untuk merespons api waktu pertama kali muncul. Sayangnya di permukiman padat itu, tabung pemadam hanya ada di rumah ketua RT atau pos warga.

Bekasi

Hubungan pendek arus listrik di bagian pemotongan kayu menghanguskan toko material Cahaya Makmur, Jalan Cakung Payangan, RT 7 RW 6, Jatisari, Jatiasih, Kota Bekasi. Api diketahui muncul pukul 03.00 dan membesar menjadi kebakaran karena menyambar potongan kayu kering.

Tiga armada Dinas Bangunan dan Kebakaran Kota Bekasi datang 30 menit kemudian, dan berhasil menjinakkan api pukul 04.00. Kerugian yang ditanggung pemilik usaha bernama Sumardi (45) minimal Rp 100 juta.

Kasie Humas Polsek Jatiasih Ajun Inspektur Satu Benny Susilo mengatakan, berdasarkan keterangan saksi dari warga, percikan api muncul dari bagian pemotongan kayu di lantai dua.

Pukul 11.00, hubungan pendek arus listrik akibat pemakaian kipas angin menimbulkan kebakaran yang menghanguskan satu pabrik konfeksi di PIK Cakung Blok E, RT 9 RW 10, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur.

Saat api muncul, kata Kasie 3 Sektor Cakung Sudin PKPB Jaktim Mulyanto, dalam pabrik celana jins itu ada sejumlah pegawai yang tidur setelah begadang. Pegawai kepanasan sehingga menyalakan kipas angin. Namun, pemakaian listrik untuk kipas angin itu diduga menimbulkan korsleting dan berujung pada kebakaran.

Kebakaran juga melalap satu rumah warga di kawasan padat penduduk Jalan Budi Mulya Raya, Pademangan, Jakarta Utara. Kebakaran itu disebabkan sambaran api dari kompor gas yang bocor. Kebakaran yang menimpa rumah milik Jeje (50) itu dapat segera ditangani karena rumah tersebut berdekatan dengan pos pemadam kebakaran. ”Kebakaran rumah itu bisa segera ditangani,” tutur Yatman, petugas piket Sudin Damkar PB Jakarta Utara. (FRO/BRO/MDN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau