Tim Jokowi-Basuki: Jokowi Dilaporkan ke KPK, biar Publik yang Menilai

Kompas.com - 30/08/2012, 18:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Terkait dilaporkannya Wali Kota Solo Joko Widodo ke Komisi Pemberantasan Korupsi, Tim Advokasi pasangan calon gubernur DKI Jakarta Jokowi-Basuki, Denny Iskandar, mengatakan, pihaknya akan melihat dahulu laporan tersebut. Selanjutnya, ia menyerahkan semuanya kepada publik.

"Namanya orang melapor itu hak setiap orang, ya. Tentunya kami akan melihat laporan itu seperti apa, apakah dirugikan atau tidak, tentunya praduga tak bersalah terlebih dahulu," kata Denny Iskandar di Kantor Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI, Jakarta, Kamis, (30/8/2012).

Denny pun mengakui pihaknya merasa terganggu dengan adanya pelaporan tersebut.

"Buat kami pasti mengganggu karena mungkin itu tidak ada kaitannya dengan Jakarta, tapi kita tunggu proses hukumnya. Jangankan laporan hukum, fitnah pun kami siap," kata Denny.

Namun, terkait apakah pelaporan ini ada kaitannya dengan Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta putaran kedua pada 20 September 2012, Denny lebih menyerahkan kepada publik untuk menilainya.

"Pilkada atau tidak biar publik yang menilai. Kami menerima setiap koreksi yang diberikan rakyat. Ketika laporan itu tidak benar, akan ada dampak kepada si pelapor," ujarnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, sekelompok orang yang mengatasnamakan Tim Selamatkan Solo, Selamatkan Jakarta, Selamatkan Indonesia (TS3) melaporkan kasus dugaan korupsi anggaran program Bantuan Pendidikan Masyarakat Kota Surakarta (BPMKS) ke KPK. Tim tersebut menilai, akibat dugaan korupsi ini, negara merugi Rp 9,5 miliar, maksimal Rp 13 miliar. Mereka mengatakan, Jokowi itu diduga ikut melakukan tindak pidana korupsi terkait pengelolaan dana BPMKS 2010.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau