Ini Wajah Madrid Sebenarnya

Kompas.com - 31/08/2012, 06:11 WIB

MADRID, KAMIS - Jika ingin melihat Real Madrid yang sebenarnya, lihatlah mereka saat memukul Barcelona, 2-1, di Santiago Bernabeu, Rabu (29/8), dan juara Piala Super Spanyol. ”Seperti itu laga yang harus kami tampilkan,” kata bek Alvaro Arbeloa.

Dua gol Madrid itu diceploskan dua mesin gol mereka, striker Gonzalo Higuain dan pemain sayap Cristiano Ronaldo, kurang dari 20 menit pertama laga. Kedua gol tersebut akibat lemahnya lini pertahanan Barcelona, yakni bek Javier Mascherano dan Gerard Pique, mengantisipasi serangan bola-bola panjang.

Sepekan sebelumnya, Barcelona membiarkan gawang mereka kebobolan dua gol, salah satunya akibat blunder kiper Victor Valdes, saat mereka memukul Madrid, 3-2, di Nou Camp. Dalam posisi skor agregat 4-4, dua gol tandang itu penentu Madrid juara Piala Super.

Pada laga di Bernabeu, Lionel Messi berusaha mengatasi ketertinggalan gol dengan melesakkan gol indah melalui tendangan bebas melengkung. Namun, 45 menit berikutnya pada babak kedua tidak cukup bagi tim asuhan Pelatih Tito Vilanova untuk mengubah skor yang ada. Apalagi, mereka bermain dengan 10 pemain sejak bek Adriano dikartu merah karena melanggar Ronaldo, yang akan berhadapan dengan Valdes.

”Inilah Madrid yang kami semua ingin lihat,” ujar Arbeloa seusai laga. ”Kami pertama-tama mengakui bahwa kami tak menampilkan permainan terbaik saat melawan Valencia dan Getafe. Pelatih benar. Ini tayangan yang harus kami tampilkan.”

Selain memberikan trofi pertama musim ini, kemenangan itu juga mengakhiri catatan tujuh laga Barcelona tak terkalahkan di Bernabeu, sekaligus kemenangan kandang pertama dalam laga clasico sejak Mei 2008. Hal itu menyuntikkan kepercayaan diri bagi Madrid yang ditahan Valencia, 1-1, di kandang dan takluk 1-2 saat dijamu Getafe di Liga Spanyol.

Suntikan kepercayaan

”(Kemenangan) Ini memberi kami tambahan kepercayaan diri untuk (laga-laga) berikutnya,” ujar Ronaldo. Kekuatan Madrid relatif tidak berubah dari musim lalu, bahkan lebih kuat jika mempertimbangkan potensi rekrutan terbaru, Luka Modric.

Kekuatan dan kecepatan daya dobrak menjadi salah satu kelebihan Madrid. Umpan panjang Pepe, yang gagal disapu Mascherano, berbuah gol Higuain. Tak lama berselang, bola panjang juga gagal diantisipasi Pique, dimanfaatkan Ronaldo menjadi gol.

Modric, yang baru ditransfer dari Tottenham Hotspur seharga 35 juta euro (sekitar Rp 418,7 miliar), mendapat kesempatan debut dalam tujuh menit terakhir dengan menempati posisi yang ditinggalkan Mesut Oezil.

PR bagi Vilanova

Permainan Barcelona juga relatif tidak berubah dari musim lalu ketika ditangani Pelatih Pep Guardiola, kecuali di posisi bek kiri Jordi Alba. Mereka juga menggaet gelandang baru Alex Song yang juga mendapatkan debut pada 15 menit terakhir.

Namun, gol Higuain dan Ronaldo telah mengekspos titik lemah Barcelona di sentral pertahanan yang harus dibenahi Vilanova. ”Ada beberapa hal yang harus kami benahi,” kata Vilanova, yang juga mantan asisten Guardiola. (AP/REUTERS/SAM)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau