Festival indonesia

September, Bulan Budaya Indonesia di Australia

Kompas.com - 31/08/2012, 15:19 WIB

ADELAIDE, KOMPAS.com — Pada saat Australia memasuki musim semi bulan September nanti, dengan cuaca yang lebih hangat dan siang yang lebih panjang, di sejumlah negara bagian diselenggarakan juga festival budaya Indonesia.

Kebanyakan peristiwa ini guna merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia, yang tidak diselenggarakan bulan Agustus karena cuaca yang dingin.

Dalam rangkuman yang dibuat sebuah majalah online, Forum Indonesia-Australia, Foria, festival ini diselenggarakan di Adelaide, Sydney, Melbourne, dan Brisbane.

Menurut Foria, berbagai festival ini menunjukkan kuatnya ikatan warga Indonesia di Australia dan penerimaan yang luas serta terbuka dari masyarakat Negeri Kanguru itu.

Di Adelaide, Persatuan Pelajar South Australia (PPIA) menyelenggarakan apa yang disebut Indopendence Day, Sabtu (8/9/2012).

Kegiatan yang dilaksanakan di Dom Polski Centre, Adelaide, dimeriahkan tarian dan musik tradisional serta bazar makanan khas Nusantara. Acara ini merupakan rangkaian peringatan HUT ke-67 RI.

Di ibu kota Negara Bagian New South Wales, Festival Indonesia juga digelar pada Sabtu (8/9/2012). Mengambil tema "Sounds of Indonesia", acara digelar di Tumbalong Park, Darling Harbour.

Selain makanan khas Indonesia, musik dan tarian tradisional, permainan anak-anak dan remaja, ada juga workshop batik dan promosi sejumlah produk.

Gugun Blues Shelter, Kuta Groove, dan semifinalis Australia Got Talent 2012 Tiny Tina akan ikut memeriahkan festival kali ini.

Menurut laporan koresponden Kompas di Australia, L Sastra Wijaya, warga negara Indonesia di Brisbane akan menggelar Pesta Rakyat hari Minggu (16/9/2012).

Tema pesta rakyat tahun ini adalah "The Royal Wedding" atau "Pernikahan Ageng". Penonton akan diajak untuk melihat kemegahan pernikahan putri istana dari Jawa, mulai dari lamaran hingga upacara pernikahan yang megah berlandaskan nilai-nilai tradisional. Selain itu, ada sajian dekorasi pelaminan, tarian, dan busana.

Dengan pesta ini, penonton diharapkan dapat menghirup atmosfer pernikahan tradisional Indonesia, sesuai dengan tema yang diambil, "Engage in The Culture".

Menurut Foria, acara terbesar tampaknya akan diselenggarakan di Negara Bagian Victoria. Selama September ini akan diselenggarakan beberapa acara.

Hari Sabtu (1/9/2012) besok, akan dilangsungkan acara di dua tempat, di Gippsland dan Melbourne.

Di Gippsland, GIAA (Gippsland Indonesian Australian Association) akan menggelar konser angklung dalam rangka ulang tahun ke-67 Indonesia. Konser ini istimewa karena permainnya terdiri dari beberapa suku bangsa.

Di kota Mebourne, tepatnya di Ballantyne Street, PPIA Victoria siap menggelar Kampoeng Merdeka. Aneka permainan tradisional khas hari kemerdekaan akan digelar melengkapi sajian band, bincang-bincang, peragaan busana anak-anak, tarian tradisional, dan bazar aneka makanan.

Setelah itu, pada 12 September, di Melbourne Town Hall, warga Victoria siap-siap dibuat terpingkal-pingkal dengan kehadiran Sule dan kawan-kawan dari Overa van Java (OVJ). OVJ dihadirkan oleh PPIA Universitas Monash, yang kembali menggelar acara tahunannya, Soundskerta 2012. 

Tiga hari berselang, Sabtu (15/9/2012), grup band Noah juga dijadwalkan tampil di The Hi-Fi, Melbourne. Band yang sebelumnya dikenal dengan nama Peterpan ini akan menghadirkan Ariel alias Nazril Irham, vokalisnya yang kondang. 

Pesta budaya Indonesia di Melbourne akan berpuncak dengan digelarnya Festival Indonesia (FI) pada 21-22 September . Mengambil tema utama "East Java The Dynamic Destinantion", FI terbesar di Australia ini memulai rangkaian acaranya sejak 17 September, dengan peragaan busana, dan ditutup pada 22 September dengan FI Weekend di Queensbridge, Southbank, Melbourne.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau