Penanganan Pengungsi Syiah Baru Bersifat Darurat

Kompas.com - 31/08/2012, 17:38 WIB

SAMPANG, KOMPAS.com -- Pengungsi korban kerusuhan di Sampang, Jawa Timur, pada Minggu (26/8/2012) lalu, hingga kini belum ada penanganan yang sifatnya permanen. Sebab hal itu bukan hanya kewenangan Pemerintah Kabupaten Sampang saja, melainkan membutuhkan peran Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Pusat.

Hal itu dikatakan Bupati Sampang Noer Tjahja dalam siaran persnya, Jumat (31/8/2012) di pendopo rumah dinasnya, bersama jajaran forum pimpinan daerah Sampang, ulama se-Madura, perwakilan anggota Komisi III DPR dan ketua PWNU Jawa Timur. Menurutnya, yang bisa dilakukan oleh Pemkab Sampang saat ini yakni sifatnya emergensi, karena kejadian itu sifatnya darurat.

"Kita masih diskusikan dengan Pemprov Jatim dan pemerintah pusat soal desain penanganannya yang sifatnya jangka panjang," kata Noer Tjahja.

Kondisi pengungsi hingga lima hari dari kejadian, tetap bertahan di gedung tenis indoor Sampang, dengan beralaskan plastik terpal dan karpet seadanya. Untuk memisahkan pengungsi yang laki-laki dan perempuan, hanya diberi batas kain di tengah-tengah ruangan.

Kamar mandi yang disediakan hanya ada ruang saja untuk digunakan oleh 275 pengungsi. Kamar mandi darurat dari bilik-bilik bambu yang dibangun di timur tempat penampungan, sering kekurangan air bersih. Hal itu memaksa sebagian pengungsi mencuci muka dengan menggunakan air mineral.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sampang, Malik Amrullah mengatakan, sementara yang bisa dilakukan hanya memberikan makan, air, dan tempat penampungan. Di luar itu, pihaknya tidak memiliki kewenangan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau