Jangan Korbankan Estetika Kamar Mandi!

Kompas.com - 03/09/2012, 17:52 WIB

KOMPAS.com - Lantai kamar mandi secara konsisten selalu menjadi "korban" dari cipratan air, kaki yang basah, sisa-sisa make up, bahkan cipratan air seni. Maka dari itu, kekuatan lantai kamar mandi dan kebersihannya menjadi begitu penting.

Memang, walaupun penting, lantai kamar mandi yang kuat tersebut tentunya jangan sampai mengorbankan estetika. Berikut ini beberapa contoh lantai kamar mandi ramah lingkungan yang dapat menjadi ide bagi Anda. Sebagian dari ide ini bahkan relatif murah dan dapat segera diaplikasikan untuk rumah Anda.

Lantai beton

Lantai beton dapat digunakan untuk berbagai ruangan dan berbagai kebutuhan konstruksi, termasuk digunakan sebagai lantai kamar mandi. Beton dapat berfungsi sebagai material akhir dan struktur lantai. Menyederhanakan sistem pemasangan lantai yang rumit menjadi hanya menggunakan satu material merupakan langkah cerdas, efisien, dan irit.

Daur ulang

Anda bisa mempercantik lantai beton dengan barang-barang hasil daur ulang seperti kaca, porselen, atau abu sisa pembakaran baru bara. Namun, jika batubara merupakan hal langka di tempat Anda, sebaiknya Anda tidak perlu memikirkan alternatif ini. Selain mahal, distribusi batu bara juga sangat tidak ramah lingkungan. Cobalah mengkombinasikan lantai beton dengan lantai kayu, misalnya.

Lantai kerikil

Bebatuan licin dan halus dengan lembut akan memijat kaki Anda yang lelah dan memberikan kesan "spa" pada kamar mandi Anda. Bebatuan kerikil yang konvensional biasanya didapatkan dengan menambang batu-batu tersebut.

Namun, jika Anda menginginkan alternatif yang ramah lingkungan, Anda dapat menggunakan lantai kerikil dari bahan kaca daur ulang.

Lantai teraso

Teraso sifatnya seperti marmer buatan. Ada dua jenis teraso, yaitu teraso dengan permukaan mengkilap dan teraso dengan permukaan kasar.

Teraso dengan permukaan kasar disebut juga dengan peeble wash. Teraso merupakan lantai yang kuat dan enak dilihat. Material ini dibuat dari serpihan marmer atau granit yang dijadikan satu dengan beton dan dipoles.

Teraso dapat berharga cukup mahal. Jika kamar mandi Anda tidak terlalu besar, mungkin Anda dapat mempertimbangkan lantai yang tampak mengkilap dan indah ini.

Lantai linoleum

Linoleum yang asli dibuat dari material alami. Bahan-bahan alami ini adalah minyak biji rami yang antimikroba sehingga sempurna untuk memerangi jamur di kamar mandi.

Linoleum tahan terhadap goresan, api, air, dan seiring waktu, linoleum justru akan semakin kuat. Lantai ini disebut juga sebagai, "lantai berusia 40 tahun". Linoleum tersedia dalam lembaran, ubin, atau papan.

Lantai kaca

Lantai yang terbuat dari ubin kaca hasil daur ulang memiliki kualitas yang seperti perhiasan. Ia tersedia dalam beragam pilihan warna dan dapat mempercantik kamar mandi Anda.

Lantai keramik

Beberapa merk keramik membuat produknya dari 21 persen bahan post-industrial yang telah didaur ulang, termasuk limbah keramik dari barang pecah belah. Lantai keramik harganya terjangkau dan sangat terbuka pada berbagai desain yang ingin Anda terapkan. Anda juga dapat membuat mozaik dari lantai keramik.

Lantai gabus

Cork atau gabus penutup botol minuman dapat digunakan menjadi penutup lantai. Gabus dapat diperbaharui dengan cepat.

Setiap sembilan tahun sekali, prosuden di Portugal dan Spanyol menanggalkan kulit pohon gabus tanpa merusak pohon tersebut. Gabus yang digunakan untuk wine akan disisihkan terlebih dahulu, baru gabus yang akan digunakan sebagai bahan baku papan gabus dan untuk lantai.

Lantai kayu

Para perancang dan arsitek menghindari penggunaan kayu sebagai lantai kamar mandi. Padahal, meneruskan penggunaan lantai kayu dari kamar ke kamar mandi justru akan memberikan aksen "mulus".

Sayangnya, jika berbicara dalam kacamata ekologi, kayu dapat menjadi material paling baik atau bahkan paling buruk. Kayu hampir sempurna jika setelah ditebang, para penebang memikirkan juga mengenai keberlangsungan stok kayu dengan menanam kembali pohon-pohon. Pasalnya, kayu sangat kuat dan awet, rumah yang menggunakan bahan dasar kayu dapat berumur panjang. Namun, jika ditebang tanpa memikirkan keberlangsungannya, menggunakan kayu dapat berarti juga merusak lingkungan.

(Sumber: www.houzz.com) 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau